Teknologi Mengubah Cara Generasi Muda Menikmati Piala Dunia
- 23 Jun 2026 20:16 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pergeseran budaya dalam menikmati turnamen sepak bola terbesar di jagat raya, Piala Dunia, kini kian terasa nyata di era disrupsi informasi. Dalam dialog interaktif program 'Deep Talk Piala Dunia' di RRI Pro 2 Palu, komunitas Inter Club Indonesia (ICI) Regional Palu mengupas tuntas bagaimana teknologi digital mendefinisikan ulang romansa sepak bola bagi generasi masa kini.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen dengan keterlibatan digital paling masif sepanjang sejarah umat manusia. Berbeda dengan generasi terdahulu yang wajib duduk manis di depan layar televisi ruang tamu, generasi digital kini memiliki kendali penuh atas informasi yang mereka konsumsi secara real-time.
Fenomena ini ditandai dengan beralihnya minat penonton muda dari siaran penuh 90 menit menuju konten visual instan berdurasi 30 detik. Platform media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels kini menjadi panggung utama di mana cuplikan gol, reaksi bangku cadangan, hingga drama lapangan hijau viral hanya dalam hitungan menit setelah peristiwa terjadi.
Pengurus Inter Club Indonesia (ICI) Palu, Alghyfachri, membenarkan adanya perubahan perilaku yang sangat signifikan ini di kalangan pencinta bola muda. Menurutnya, pemanfaatan gawai pintar dan kemudahan akses internet secara tidak langsung telah memanjakan para penggemar dari generasi Z dan Alpha.
"Sekarang ini anak-anak muda kalau tahu pemain hebat bukan lagi dari menonton pertandingannya secara penuh, tapi dari potongan-potongan video pendek yang FYP di media sosial. Informasi menjadi sangat cepat dan visualnya jauh lebih gamblang, bahkan kita bisa melihat analisis detail taktik dan kehidupan pribadi sang pemain secara langsung," ungkap Alghyfachri.
Kendati demikian, digitalisasi ini memunculkan tantangan baru terkait penurunan euforia komunal seperti tradisi nonton bareng (nobar). Jika dahulu nobar menjadi ritual wajib yang dipadati ratusan orang di ruang publik, kini kedai-kedai kopi modern lebih banyak memfasilitasi kelompok kecil yang melakukan streaming mandiri secara eksklusif.
Kehadiran platform seperti RRI Digital dinilai menjadi jembatan penyelamat bagi mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi. Integrasi siaran televisi dan audio streaming memastikan bahwa pencinta sepak bola yang sedang berada di perjalanan tetap dapat merasakan atmosfer pertandingan tanpa terputus.
"Kemudahan era digital ini luar biasa, contohnya tahun ini Piala Dunia disiarkan juga via RRI. Jadi kalau kita sedang terjebak macet di jalan atau sedang membawa mobil dan tidak sempat nonton TV, kita tinggal menyalakan audio RRI untuk memantau jalannya laga. Jadi teknologi ini sebenarnya sangat memfasilitasi dan memanjakan fans," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....