Ujian Kenaikan Tingkat DAN Jadi Titik Balik Regenerasi Karateka ASKI Sulteng

  • 16 Agt 2026 14:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Bukan sekadar ujian kenaikan tingkat, pelaksanaan Ujian DAN atau sabuk hitam menjadi penanda penting bagi perjalanan perguruan Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) di Sulawesi Tengah. Sebanyak 17 karateka ASKI Sulteng dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian yang digelar di Palu, Sabtu 15 Agustus 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Jl. Setia Budi Kota Palu.

Momentum tersebut sekaligus membuka babak baru bagi ASKI Sulteng. Sejak perguruan ASKI aktif di Sulawesi Tengah pada 2015, ujian DAN kali ini menjadi yang pertama dilaksanakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) ASKI Sulteng.

Meski berlangsung secara virtual dengan dimotori langsung Perguruan Pusat ASKI di Jakarta, proses ujian tetap mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Para karateka muda atau kohay mengikuti seluruh tahapan dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya seluruh 17 peserta dinyatakan lulus.

Di balik keberhasilan itu, terdapat peran besar para pelatih dan orang tua. Dukungan dalam bentuk pendampingan, tenaga, hingga materi menjadi bagian penting yang mengantarkan para karateka muda tersebut mencapai jenjang sabuk hitam.

Bagi Pengprov ASKI Sulteng di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Rachman Thaha, M.Si (ART), keberhasilan ini tidak berhenti pada pencapaian kenaikan tingkat. Ujian DAN diharapkan menjadi fondasi untuk membangun regenerasi atlet sekaligus memperkuat eksistensi ASKI di Sulawesi Tengah.

Sabuk hitam juga dipandang sebagai awal perjalanan baru. Para karateka dituntut untuk mempertahankan semangat berlatih dan mulai mengarahkan kemampuan mereka pada pencapaian prestasi di berbagai kompetisi.

Pembina ASKI Sulteng, Dr. Rachman Ansyari Malaba, M.Pd, mengingatkan para kohay agar tidak menjadikan kelulusan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

“Jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih. Walaupun masih di usia muda, tetaplah berlatih dan kejar prestasi,” pesannya.

Menurut Rachman, para karateka yang baru meraih sabuk hitam memiliki tanggung jawab lebih besar untuk terus mengasah kemampuan. Mereka diharapkan bukan hanya menjadi atlet berprestasi, tetapi juga mampu menjadi generasi penerus yang ikut membesarkan ASKI di Sulawesi Tengah.

Dengan lahirnya 17 karateka pemegang DAN baru, ASKI Sulteng kini memiliki modal tambahan untuk memperkuat pembinaan dari tingkat dasar hingga prestasi. Ujian tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya karateka muda di wilayah ini yang mampu tampil dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....