Percasi Palu Gencarkan Pembinaan Atlet, Siapkan Seleksi Menjelang Porprov 2026
- 23 Apr 2026 13:01 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Palu terus mendorong pengembangan olahraga catur melalui berbagai kegiatan pembinaan dan kompetisi sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Sekretaris Percasi Kota Palu sekaligus Wasit Nasional Madya Catur, Agust Abdulqasyim, menyampaikan bahwa kepengurusan baru yang terbentuk sejak tahun 2025 langsung bergerak aktif mengikuti dan menggelar sejumlah agenda catur.
“Setelah terbentuk kepengurusan baru, kami langsung ikut mengirim atlet ke Kejurnas di Mamuju pada November 2025. Walaupun belum meraih prestasi maksimal, ini menjadi pengalaman penting bagi para atlet,” ujarnya saat dihubungi RRI Kamis, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam ajang tersebut Kota Palu mengirim tujuh atlet yang terdiri dari satu kategori veteran, tiga junior, dan tiga senior. Selain itu, pada Desember 2025, Percasi Palu juga menggelar turnamen lokal yang diikuti peserta dari Kota Palu dan sekitarnya.
Memasuki tahun 2026, Percasi kembali menggelar Kejuaraan Kapolda Cup yang diikuti ratusan peserta, baik dari kategori senior maupun junior. Namun, Agus mengakui masih terdapat kendala dalam hal penyebaran informasi sehingga sejumlah kegiatan belum terpublikasi secara luas.
“Ini menjadi tantangan kami, terutama dalam menjaring atlet baru. Banyak potensi atlet junior sebenarnya, tetapi belum terjangkau informasi terkait kegiatan catur,” katanya.
Sebagai upaya pembinaan, Percasi Palu juga rutin menggelar latihan bersama di ruang-ruang terbuka, salah satunya di kawasan Vatulemo. Selain itu, komunikasi melalui media sosial terus dioptimalkan untuk menjangkau masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Dalam waktu dekat, Percasi Palu akan menggelar seleksi atlet pada Mei 2026 sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang di Morowali.
“Kami ingin menjaring sebanyak mungkin atlet, terutama dari kalangan pelajar. Pembinaan catur memang harus dimulai sejak usia dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kategori catur terdiri dari tujuh kelompok usia untuk junior, mulai dari bawah 7 tahun hingga bawah 19 tahun. Sementara di atas usia tersebut masuk kategori senior, dan di atas 60 tahun masuk kategori veteran.
Agus juga berharap adanya dukungan lebih luas dari pemerintah dan stakeholder terkait, termasuk dinas pendidikan dan olahraga, agar catur dapat kembali masuk dalam ajang kompetisi pelajar seperti O2SN.
“Kalau dukungan dan akses informasi semakin terbuka, saya yakin catur di Kota Palu bisa berkembang dan melahirkan atlet berprestasi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....