Putu Ketan Tanah Kaili Warisan Kuliner Khas Sulawesi tengah Tetap Lestari
- 04 Agt 2026 10:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Putu ketan hitam dan putu ketan putih merupakan salah satu warisan kuliner khas Tanah Kaili, Sulawesi Tengah, yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat. Makanan tradisional berbahan dasar beras ketan ini memiliki cita rasa gurih, tekstur lembut, dan menjadi sajian yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat maupun acara kekeluargaan.
Berbeda dengan kue putu yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia, putu khas Tanah Kaili memiliki keunikan tersendiri. Hidangan ini dibuat dari beras ketan hitam atau ketan putih yang dikukus hingga matang, kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut segar sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih yang khas.
Keistimewaan putu Tanah Kaili semakin terasa saat disantap bersama sambal duo atau sambal penja, yaitu sambal khas Sulawesi Tengah yang berbahan utama ikan penja, cabai, bawang, garam, dan perasan jeruk nipis. Perpaduan rasa gurih putu dengan pedas segar sambal penja menjadi cita rasa autentik yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di kalangan masyarakat Kaili, putu tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran, hingga pertemuan keluarga. Kuliner ini mencerminkan kearifan lokal sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga keberadaannya.
Pelaku kuliner tradisional di Palu, Nurhayati, mengatakan putu ketan merupakan salah satu makanan khas yang memiliki nilai sejarah dan filosofi kebersamaan bagi masyarakat Tanah Kaili.
"Putu ketan hitam dan putih merupakan makanan warisan leluhur masyarakat Kaili. Rasanya semakin nikmat jika disantap bersama sambal duo atau sambal penja. Kami berharap generasi muda terus mengenal dan melestarikan kuliner khas daerah ini agar tidak hilang ditelan zaman," ujar Nurhayati.
Seiring berkembangnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah, putu ketan mulai diperkenalkan sebagai salah satu kuliner unggulan daerah. Berbagai pelaku UMKM terus berinovasi dalam penyajian tanpa menghilangkan cita rasa dan cara pengolahan tradisional yang menjadi ciri khasnya.
Melalui pelestarian putu ketan khas Tanah Kaili, masyarakat diharapkan semakin bangga terhadap kekayaan kuliner lokal. Selain menjadi identitas budaya Sulawesi Tengah, makanan tradisional ini juga memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat eksistensi kuliner daerah di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....