Kenali Perbedaan Matcha dan Green Tea

  • 25 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Minuman berbahan dasar teh hijau kini semakin digemari, terutama di kalangan anak muda. Dua jenis yang paling populer adalah matcha dan green tea. Meski sering dianggap sama, keduanya sebenarnya memiliki perbedaan cukup signifikan, mulai dari proses penanaman hingga cara penyajian. Keduanya memang berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun melalui pengolahan yang berbeda sehingga menghasilkan karakter yang unik.

Perbedaan paling mencolok antara matcha dan green tea terletak pada bentuk dan cara konsumsinya. Green tea disajikan dengan cara menyeduh daun teh kering dalam air panas, lalu airnya diminum. Sementara itu, matcha berbentuk bubuk halus yang langsung dicampur dengan air panas sehingga seluruh daun teh ikut dikonsumsi. Hal ini membuat matcha memiliki tekstur lebih kental dan warna yang lebih pekat dibandingkan green tea yang cenderung bening.

Selain itu, proses penanaman juga menjadi pembeda penting. Daun untuk matcha ditanam di tempat teduh selama beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan kandungan klorofil dan asam amino. Sebaliknya, green tea tumbuh di bawah sinar matahari langsung tanpa perlakuan khusus. Proses ini memengaruhi rasa, di mana matcha cenderung memiliki rasa umami yang kuat, sementara green tea lebih ringan dan segar.

Dari segi pengolahan, daun green tea biasanya hanya dikukus atau dipanggang, lalu dikeringkan sebelum diseduh. Sementara itu, matcha melalui proses lebih panjang, mulai dari pengukusan, pengeringan, hingga penggilingan menjadi bubuk halus. Karena seluruh daun dikonsumsi, matcha memiliki kandungan antioksidan dan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan green tea.

Untuk mengenali perbedaan keduanya, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Pertama, perhatikan warna minuman matcha berwarna hijau cerah dan pekat, sedangkan green tea cenderung hijau kekuningan. Kedua, lihat teksturnya, matcha lebih kental dan sedikit berbusa saat diaduk, sementara green tea jernih. Ketiga, rasakan aromanya, matcha memiliki aroma khas yang kuat, sedangkan green tea lebih ringan dan menyegarkan.

Cara pembuatannya pun berbeda. Green tea cukup diseduh dengan air panas selama 2–3 menit agar tidak terlalu pahit. Sedangkan matcha dibuat dengan mencampurkan bubuk matcha dengan air panas, lalu dikocok menggunakan alat khusus hingga berbusa. Jika ingin rasa lebih lembut, matcha juga bisa dicampur dengan susu menjadi matcha latte.

Di Kota Palu, minuman ini juga memiliki penggemar masing-masing. Fauzan, seorang anak muda pecinta green tea, mengaku lebih menyukai sensasi ringan dari minuman tersebut.

“Green tea itu rasanya lebih fresh dan cocok diminum kapan saja, apalagi pas lagi santai,” ujarnya.

Perbedaan selera ini menunjukkan bahwa baik matcha maupun green tea memiliki daya tarik masing-masing. Green tea cenderung disukai karena kesegarannya yang ringan, sementara matcha menawarkan rasa yang lebih pekat dan khas.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan keberagaman preferensi masyarakat dalam menikmati minuman kekinian, di mana pilihan tidak hanya soal tren, tetapi juga pengalaman rasa yang ingin dirasakan oleh setiap penikmatnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....