Anggur Laut, Mutiara Hijau dari Laut

  • 30 Mar 2026 07:08 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Anggur laut menjadi salah satu kekayaan kuliner pesisir Indonesia yang mulai menarik perhatian banyak orang. Bentuknya yang menyerupai untaian butiran kecil transparan, membuatnya tampak unik dan berbeda dari sayuran laut lainnya.

Makanan ini tumbuh alami di perairan dangkal yang jernih dan bersih. Kehadirannya menjadi bukti betapa laut menyimpan beragam sumber pangan yang belum sepenuhnya tergali.

Masyarakat pesisir telah lama memanfaatkan anggur laut sebagai bahan pangan sehari-hari. Mereka biasanya memanen langsung dari laut dengan cara yang sederhana namun tetap memperhatikan kelestarian.

Setelah dipetik, anggur laut dibersihkan tanpa merusak teksturnya yang lembut. Kesegaran menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas rasa dari bahan ini.

Saat disantap, anggur laut memberikan sensasi yang unik di dalam mulut. Butiran kecilnya akan pecah, menghadirkan rasa asin alami khas air laut yang menyegarkan.

Biasanya, makanan ini disajikan bersama sambal, perasan jeruk nipis, atau dicampur dalam hidangan salad. Perpaduan tersebut menciptakan cita rasa yang sederhana namun menggugah selera.

Selain rasanya yang khas, anggur laut juga memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Makanan ini kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk tubuh.

Kandungan antioksidannya dipercaya mampu membantu menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini menjadikan anggur laut semakin diminati oleh masyarakat yang peduli akan pola makan sehat.

Di berbagai daerah di Indonesia, anggur laut dikenal dengan beragam nama lokal. Ada yang menyebutnya latoh, lawi-lawi, hingga bulung, tergantung pada tradisi masing-masing wilayah.

Perbedaan penamaan ini mencerminkan keragaman budaya yang melekat pada kuliner Nusantara. Meski berbeda nama, karakteristik dan kelezatannya tetap sama.

Potensi ekonomi dari anggur laut juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Permintaan pasar yang meningkat membuka peluang bagi nelayan dan pelaku usaha lokal.

Bahkan, anggur laut mulai dilirik sebagai komoditas ekspor karena keunikan dan manfaatnya. Hal ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat pesisir.

Namun, pemanfaatan anggur laut harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan. Kerusakan lingkungan laut dan eksploitasi berlebihan dapat mengancam keberadaannya di alam.

Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem laut tetap seimbang. Upaya pelestarian menjadi kunci agar sumber daya ini tetap tersedia di masa depan. (SA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....