Keripik Rumahan, Perjuangan Kakek Slamet
- 17 Mar 2026 10:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah hiruk pikuk aktivitas Kota Palu, sosok penjual keripik keliling yang akrab disapa Slamet atau Kakek Slamet menjadi pemandangan yang tak asing. Di usia senjanya, ia tetap setia menyusuri jalanan kota dengan dagangannya, menunjukkan semangat hidup yang patut diapresiasi. Dengan langkah perlahan namun pasti, ia menawarkan keripik buatannya kepada siapa saja yang ditemui.
Kakek Slamet menjajakan berbagai jenis keripik seperti peyek dan keripik pisang dengan harga yang terjangkau, yakni dua puluh ribu rupiah per kemasan. Meski sederhana, dagangannya selalu diminati karena cita rasanya yang gurih dan renyah. Ia membawa dagangannya dalam kemasan rapi, siap dinikmati oleh pelanggan dari berbagai kalangan.
Dalam kesehariannya, Kakek Slamet berjualan dengan cara berkeliling ke taman kota, kantor-kantor, hingga rumah makan. Rutinitas ini telah ia jalani selama bertahun-tahun tanpa kenal lelah. Baginya, berjualan bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga menjadi cara untuk tetap aktif dan produktif di usia yang tidak lagi muda.
Selama bulan Ramadan, aktivitas Kakek Slamet sedikit berubah. Ia memilih untuk berjualan di pasar Ramadan yang berlokasi di halaman Kantor Wali Kota Palu. Suasana yang ramai pengunjung dimanfaatkan untuk menjajakan dagangannya, sekaligus bertemu lebih banyak pelanggan dalam satu tempat.
Menariknya, seluruh keripik yang dijual Kakek Slamet merupakan hasil olahan sang istri di rumah. Keduanya bekerja sama dalam menjalankan usaha kecil ini. Meski usia tak lagi muda, pasangan ini tetap kompak menjaga kualitas dan rasa produk yang mereka jual.
“Kami buat sendiri di rumah, istri yang masak, saya yang jual. Alhamdulillah masih ada yang beli, jadi tetap semangat,” ujar Kakek Slamet. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini dirinya hanya tinggal berdua bersama sang istri, sementara anak-anak mereka merantau dan tinggal di Pulau Jawa.
Di balik kesederhanaannya, Kakek Slamet menjadi contoh nyata bahwa semangat tidak mengenal usia.
“Selama masih kuat jalan, saya akan terus jualan. Ini sudah jadi kebiasaan dan juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. (NDL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....