Sayur Paria Santan, Keunikan Rasa Pahit dalam Satu Sajian

  • 23 Feb 2026 08:23 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Sayur paria santan menjadi salah satu hidangan tradisional yang cukup dikenal di Gorontalo dengan cita rasa pahit, gurih, dan sedikit pedas dalam satu sajian. Hidangan ini kerap hadir di meja makan keluarga, terutama saat acara adat maupun kumpul bersama.

Paria atau peria dikenal memiliki rasa pahit yang khas, namun di tangan masyarakat Gorontalo, rasa pahit tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Dengan teknik pengolahan yang tepat, paria diolah dan menghasilkan rasa pahit lembut yang berpadu harmonis dengan santan.

Santan dimasak bersama bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan lengkuas hingga mengeluarkan aroma harum. Warna kuah yang kekuningan dengan semburat hijau dari paria membuat tampilannya menggugah selera.

Tidak jarang, sayur ini ditambahkan ikan segar atau teri untuk memperkaya rasa. Perpaduan gurih ikan dan pahit paria menciptakan sensasi rasa yang khas dan berbeda dari sayur santan pada umumnya.

Paria biasanya diiris lalu direndam atau diremas dengan garam untuk mengurangi rasa pahit berlebih. Setelah itu, paria dimasukkan ke dalam kuah santan yang telah mendidih dan dimasak hingga bumbu meresap sempurna.

Bagi masyarakat Gorontalo, sayur paria santan bukan sekadar hidangan rumahan. Masakan ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar.

Kini, sayur paria santan tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Banyak rumah makan tradisional di Gorontalo masih menyajikannya sebagai menu andalan. (SA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....