Roti Maryam, Rasa dan Cerita yang Berlapis
- 07 Feb 2026 19:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Aroma roti maryam yang dipanggang di atas teflon selalu berhasil mengundang rasa lapar dan dikenal dengan tekstur lembut serta berlapis. Kuliner ini sering dijumpai di pedagang kaki lima dengan tampilan sederhana yang menyimpan cerita panjang lintas budaya.
Melansir Cookpad, roti maryam berasal dari kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan, sedangkan di Indonesia roti ini mengalami banyak penyesuaian rasa. Masyarakat mengenalnya juga dengan sebutan roti canai, yang memiliki proses pembuatan sederhana namun penuh kesabaran.
Adonan roti maryam dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan, yakni tepung terigu, air, telur, dan margarin menjadi komponen utamanya. Meski sederhana, teknik menguleni sangat menentukan hasil akhir agar roti terbentuk dengan sempurna.
Bagi banyak orang, roti maryam bukan sekadar makanan, namun menjadi menu kebersamaan di rumah. Proses membuatnya kerap dilakukan bersama anggota keluarga yang menciptakan kehangatan yang sulit tergantikan.
Roti maryam juga memiliki banyak variasi penyajian, seperti manambahkan kari gurih. Ada pula yang menikmatinya dengan topping manis seperti cokelat dan keju, yang membuatnya tetap populer hingga kini.
Di berbagai kota, roti maryam menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan peminat yang besar. Banyak penjual mengkreasikan roti maryam dengan rasa kekinian, sehingga terus bertahan di tengah persaingan kuliner modern.
Pada akhirnya, roti maryam adalah simbol kesederhanaan yang bermakna dan mengajarkan bahwa kelezatan tidak selalu berasal dari hal rumit. Setiap lapisan roti menyimpan usaha dan ketelatenan, dengan kehangatannya terasa bukan hanya di lidah, tapi juga di hati. (ID)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....