Cerita di Balik Cookies

  • 25 Jan 2026 10:44 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Cookies berawal dari sebuah “ketidaksengajaan” di dapur. Pada abad ke-7 di Persia, para pembuat roti menggunakan potongan kecil adonan untuk mengetes suhu oven sebelum memanggang kue besar. Potongan kecil itu ternyata matang lebih cepat dan menghasilkan kudapan kecil yang renyah.

Istilah cookies sendiri berasal dari bahasa Belanda “koekje” yang berarti kue kecil. Nama ini kemudian populer ketika orang-orang Belanda membawa tradisi tersebut ke Amerika pada abad ke-17. Dari sinilah cookies berkembang pesat dan menjadi camilan yang dikenal luas hingga hari ini.

Awalnya, cookies dibuat sangat sederhana: tepung, gula, dan mentega. Namun seiring waktu, cookies berevolusi mengikuti budaya dan selera masyarakat. Setiap wilayah memiliki ciri khas ada yang renyah, lembut, tebal, tipis, bahkan berisi cokelat, kacang, atau rempah.

Cookies juga memiliki makna sosial. Di banyak tempat, cookies identik dengan keramahan dan kehangatan rumah. Disajikan untuk tamu, dibawa sebagai bekal, atau dinikmati bersama keluarga di waktu santai. Kesederhanaannya membuat cookies mudah diterima oleh berbagai usia dan latar belakang.

Hingga kini, cookies tetap bertahan sebagai camilan favorit, karena dapat dibuat dalam kesederhanaan atau istimewa, klasik atau modern, namun tetap membawa rasa enak dan mengenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....