Sanggara Belanda, Sajian Tradisi Nusantara

  • 20 Jan 2026 08:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Sanggara Belanda merupakan salah satu kue tradisional yang populer di Sulawesi dan masih bertahan hingga kini. Kue ini kerap disajikan dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga perayaan adat yang menjadi pelengkap hidangan.

Nama Sanggara memiliki makna unik yang merujuk pada pisang goreng dalam bahasa lokal. Sementara sebutan “Belanda” dipercaya berasal dari pengaruh masa kolonial yang memperkenalkan cara penyajian dengan saus dan keju.

Bahan utama Sanggara Belanda adalah pisang raja atau kepok matang yang digoreng hingga berwarna keemasan dan bertekstur renyah di luar. Setelah matang, pisang disusun rapi di atas piring saji.

Keistimewaan Sanggara Belanda terletak pada saus gula merah yang disiramkan di atas pisang goreng. Saus ini dimasak dari gula aren yang dilelehkan hingga kental dan harum, menhadirkan rasa manis serta lembut.

Sebagai pelengkap, Sanggara Belanda biasanya diberi topping susu kental manis, kacang dan parutan keju. Tekstur pisang yang empuk berpadu dengan saus kental membuat kue ini terasa istimewa.

Di sejumlah daerah, Sanggara Belanda mudah ditemui di pasar tradisional maupun warung jajanan sebagai camilan sore atau hidangan penutup. Banyak orang menjadikannya teman minum teh atau kopi.

Penganan ini juga kerap hadir dalam acara keluarga dan pertemuan adat sebagai simbol keramahan tuan rumah kepada para tamu. Setiap piring yang disuguhkan selalu membawa rasa hangat dan kebersamaan, serta terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah maraknya jajanan modern, Sanggara Belanda tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Kue ini menjadi bukti, kuliner tradisional tetap relevan sepanjang masa. (SA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....