OJK Sulteng, Sektor Jasa Keuangan di Sulteng Stabil

  • 31 Mei 2025 13:50 WIB
  •  Palu

KBRN, Sulteng : Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah (OJK Sulteng) menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sulawesi Tengah per 31 Maret 2025 tetap terjaga stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga.

Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah tumbuh positif seiring dengan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan.

Perkembangan Sektor Perbankan

Pada posisi 31 Maret 2025, seluruh indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) dengan posisi total aset perbankan sebesar Rp77,87 triliun atau tumbuh 8,83 persen (yoy), penyaluran kredit sebesar Rp59,11 triliun atau tumbuh 7,77 persen (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp36,82 triliun atau tumbuh 2,62 persen (yoy). Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 160,54 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali dengan non-performing loan 1,69 persen.

"Kinerja perbankan syariah juga mengalami peningkatan dengan; nilai aset sebesar Rp3,69 triliun, 16,40 persen (yoy), pembiayaan masih menunjukkan tren positif 14,59 persen (yoy) menjadi Rp3,22 triliun dan dana pihak ketiga bertumbuh 10,50 persen (yoy) menjadi Rp2,21 triliun," kata Bonny Hardi Putra dalam siaran persnya, Jumat (30/5/2025) di Palu.

Komitmen perbankan untuk terus mendorong UMKM diwujudkan dalam peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM, pada 31 Maret 2025 posisi penyaluran kredit kepada UMKM sebesar Rp17,97 triliun atau tumbuh 8,51 persen (yoy) dengan kualitas NPL yang masih terjaga sebesar 2,97 persen atau masih di bawah threshold 5 persen.

Perkembangan Sektor Pembiayaan, Dana Pensiun, dan LPPBTI

Perkembangan IKNB di Sulawesi Tengah posisi 31 Maret 2025 juga menunjukkan kinerja positif. Kinerja Perusahaan Pembiayaan tumbuh positif dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp7,32 triliun meningkat 14,36 persen (yoy) dengan Non- Performing Financing yang masih terjaga di angka 1,74 persen.

"Sektor dana pensiun juga menunjukkan pertumbuhan positif, tercermin dari total aset tumbuh 5,43 persen (yoy) menjadi Rp105,25 miliar dan total investasi meningkat 6,09 persen menjadi Rp103,15 miliar," jelas Bonny.

Dari sisi peer-to-peer lending, outstanding pinjaman tercatat Rp542,60 miliar meningkat 53,58 persen (yoy) dengan jumlah rekening penerima aktif sebanyak 163.012 rekening, dan tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban yang tertera dalam perjanjian Pendanaan di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo (TWP90) berada pada angka 1,75 persen.

Di sektor Pasar Modal, pertumbuhan investor di Sulawesi Tengah juga terus meningkat, tercatat per 31 Maret 2025 ini terdapat 157.306 rekening investasi dengan pertumbuhan (yoy) mencapai 42,23 persen. Share terbesar masih didominasi rekening reksadana sebanyak 120.691 rekening atau 76,72 persen dari keseluruhan rekening investasi di Sulawesi Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....