Tummy Time, Aktivitas Penting di Awal Kehidupan Bayi

  • 07 Okt 2026 08:59 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Tummy time adalah aktivitas penting bagi bayi sejak hari-hari awal kehidupan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil untuk memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan punggung.
  • American Academy of Pediatrics merekomendasikan memperkenalkan tummy time segera setelah bayi pulang dari rumah sakit dengan durasi awal 1-2 menit per sesi, dilakukan 2-3 kali sehari.
  • Durasi dan frekuensi tummy time dapat ditingkatkan secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia bayi dan kekuatan otot lehernya.

RRI.CO.ID, Palu – Tummy time menjadi aktivitas penting bagi bayi sejak hari-hari awal kehidupan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil. Kegiatan ini membantu memperkuat otot leher, bahu, lengan, serta punggung secara bertahap.

Melansir American Academy of Pediatrics (AAP), memperkenalkan tummy time segera setelah bayi pulang dari rumah sakit setelah lahir. Untuk bayi baru lahir (newborn), durasinya mungkin hanya berkisar antara 1 hingga 2 menit per sesi, dilakukan 2-3 kali sehari. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot leher bayi, kamu bisa meningkatkan frekuensi dan durasinya secara bertahap.

Posisi dilakukan dengan membaringkan bayi tengkurap di atas alas datar, bersih, aman, serta cukup nyaman selama berlatih. Pastikan wajah bayi tetap bebas bernapas dan orang tua selalu berada di sampingnya.

Tummy time membantu bayi melatih kemampuan mengangkat kepala, berguling, merangkak, hingga mempersiapkan kemampuan duduk secara bertahap. Latihan tersebut juga mengurangi risiko kepala datar akibat terlalu lama berbaring terlentang.

Orang tua dapat mengajak bayi bermain menggunakan mainan berwarna cerah agar tummy time terasa menyenangkan setiap latihan berlangsung. Interaksi berupa senyuman, suara lembut, atau lagu sederhana mampu meningkatkan semangat bayi bergerak aktif.

Pelaksanaan tummy time sebaiknya dilakukan setelah bayi bangun tidur atau selesai mengganti popok agar lebih nyaman berlatih. Hindari latihan segera setelah menyusu karena dapat meningkatkan risiko bayi mengalami gumoh.

Jika bayi tampak rewel atau kelelahan, orang tua dapat menghentikan latihan dan mencobanya kembali pada kesempatan berikutnya. Pendekatan bertahap membantu bayi beradaptasi tanpa merasa tertekan selama menjalani tummy time setiap hari.

Melalui tummy time rutin, bayi memperoleh perkembangan motorik yang lebih baik sejak usia dini dengan pendampingan orang tua. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi investasi penting mendukung tumbuh kembang bayi secara sehat, aktif, dan optimal.(SA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....