Cuaca Panas Ekstrem Bisa Ganggu Kesehatan Kulit, Ini Cara Menjaganya
- 17 Sep 2026 15:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Cuaca panas ekstrem tidak hanya membuat tubuh terasa gerah, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan kulit. Ketika suhu udara sangat tinggi, kulit berisiko mengalami dehidrasi, kemerahan, iritasi, rasa gatal atau perih, hingga munculnya benjolan kecil pada area tubuh yang berkeringat. Kondisi panas ekstrem yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia bahkan dapat membuat suhu pada siang hari mencapai 37 derajat Celsius.
Untuk menjaga kesehatan kulit saat cuaca panas, tubuh perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup. Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Kekurangan cairan juga dapat membuat kulit menjadi kering, mengalami iritasi, dan kemerahan. Karena itu, biasakan minum air sebelum merasa haus. Membawa botol semprot berisi air dapat membantu memberikan kelembapan ketika kulit terasa kering, sementara losion atau pelembap dapat digunakan untuk mempertahankan cairan di dalam kulit.
Pemilihan pakaian juga penting ketika menghadapi cuaca panas. Pakaian yang ringan dan longgar dapat membantu tubuh tetap nyaman, terutama yang berbahan katun dan linen karena mudah menyerap keringat. Sebaliknya, bahan kulit, poliester, atau wol dapat menahan panas. Warna pakaian juga perlu diperhatikan karena warna gelap lebih banyak menyerap panas. Pakaian dengan warna terang seperti putih, krem, atau pastel dapat menjadi pilihan saat suhu udara sedang tinggi.
Selain memperhatikan pakaian, paparan sinar matahari pada siang hari sebaiknya dihindari. Sinar matahari paling terik terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 15.00. Pada waktu tersebut, berada di tempat teduh atau di dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari. Aktivitas seperti olahraga juga sebaiknya tidak dilakukan pada jam tersebut karena dapat membuat tubuh semakin kepanasan.
Penggunaan tabir surya atau sunblock juga menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV). Tabir surya dengan minimal SPF 30 dapat digunakan sebelum beraktivitas di luar rumah untuk membantu mengurangi risiko kulit terbakar matahari dan kulit kering. Penggunaan tabir surya tetap diperlukan meskipun kondisi matahari tidak sedang terik.
Cuaca panas ekstrem dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kulit yang mungkin tidak muncul ketika kondisi cuaca normal. Beberapa gejalanya antara lain kulit terlihat dan terasa kering, kulit yang terkena matahari menjadi merah, muncul rasa gatal atau perih, serta timbul benjolan kecil pada area tubuh yang berkeringat. Keluhan tersebut terkadang dapat ditangani dengan losion atau produk kesehatan untuk kulit, tetapi pada kondisi tertentu dapat menjadi tanda awal masalah kulit yang lebih serius.
Jika mengalami keluhan atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kulit, penanganan lebih lanjut dapat diperoleh dengan berkonsultasi kepada dokter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....