Mengapa Kemoterapi Bisa Buat Pasien Kanker Kehilangan Rambut?
- 17 Sep 2026 09:25 WIB
- Palu
Poin Utama
- Beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok karena memengaruhi sel yang tumbuh cepat, termasuk sel folikel rambut.
- Mencukur kepala bukan kewajiban bagi pasien kemoterapi.
- Tidak semua pasien kanker mengalami kebotakan.
RRI.CO.ID, Palu - Kerontokan rambut menjadi salah satu efek samping yang sering dikaitkan dengan pengobatan kanker, terutama kemoterapi. Namun, tidak semua pasien kanker akan mengalami kebotakan karena tingkat kerontokan rambut bergantung pada jenis obat, dosis, serta metode pengobatan yang diberikan.
Mengutip National Cancer Institute (NCI), beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut di kepala maupun bagian tubuh lainnya rontok atau dikenal alopesia. Radiasi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, tapi biasanya terjadi pada bagian tubuh yang mendapatkan paparan radiasi.
Kerontokan terjadi karena kemoterapi bekerja terhadap sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat. Sel pada folikel rambut termasuk salah satu jenis sel normal yang dapat terdampak obat kemoterapi.
Karena itu, selain menargetkan sel kanker, beberapa obat kemoterapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.
American Cancer Society (ACS) menyebut, tidak semua jenis kemoterapi menyebabkan kerontokan rambut dengan tingkat yang sama. Beberapa pengobatan dapat menyebabkan rambut menipis, sementara jenis dan dosis tertentu dapat menyebabkan kerontokan yang lebih menyeluruh.
Pada sejumlah regimen kemoterapi, kerontokan biasanya mulai terlihat sekitar dua hingga tiga minggu setelah siklus pertama.
Karena rambut dapat rontok secara bertahap maupun dalam jumlah banyak, sebagian pasien memilih memotong rambut menjadi sangat pendek atau mencukur kepala. Menurut NCI, mencukur kepala merupakan salah satu pilihan yang dapat dilakukan pasien jika merasa lebih nyaman dengan cara tersebut.
Kerontokan rambut akibat kemoterapi pada umumnya bersifat sementara. NCI menyebut rambut sering mulai tumbuh kembali sekitar dua hingga tiga bulan setelah kemoterapi selesai.
Ketika rambut mulai tumbuh kembali, bentuk atau teksturnya untuk sementara dapat berbeda dari sebelumnya. Rambut baru dapat terasa lebih halus dan dalam beberapa kasus memiliki tekstur atau warna yang berbeda sebelum kemudian kembali mendekati kondisi sebelumnya.
Penting pula untuk membedakan kebotakan akibat kemoterapi dengan anggapan bahwa semua pasien kanker pasti mengalami kerontokan rambut. Melansir Mayo Clinic, pengalaman setiap pasien berbeda dan tidak semua kemoterapi menyebabkan rambut rontok.
Karena itu, pasien yang akan menjalani kemoterapi sebaiknya menanyakan kepada tim medis mengenai kemungkinan kerontokan rambut berdasarkan obat dan regimen yang digunakan. Informasi tersebut dapat membantu pasien mempersiapkan perawatan kulit kepala maupun pilihan penutup kepala selama menjalani pengobatan. (ERW)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....