Isi Piring Bisa Tentukan Sehat Tidaknya Tubuh
- 15 Sep 2026 12:54 WIB
- Palu
Poin Utama
- Makanan yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kecukupan gizi dan kesehatan tubuh, bukan hanya sekadar menghilangkan rasa lapar.
- Pemilihan makanan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasa atau kebiasaan, melainkan perlu mempertimbangkan komposisi nutrisi yang lengkap.
- Komposisi makanan yang tepat memastikan kebutuhan zat gizi tubuh dapat terpenuhi secara seimbang untuk mendukung kesehatan optimal.
RRI.CO.ID, Palu - Makanan yang tersaji di meja makan bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar. Apa yang masuk ke dalam piring setiap hari ikut menentukan kecukupan gizi dan mendukung kesehatan tubuh.
Karena itu, memilih makanan sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa atau kebiasaan. Komposisi makanan juga perlu diperhatikan agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat terpenuhi secara seimbang.
Mengutip Kementerian Kesehatan RI, konsep “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang menggantikan konsep lama “4 Sehat 5 Sempurna”. Panduan ini tidak hanya mengatur jenis makanan, tetapi juga membantu masyarakat memperhatikan porsi makanan dalam satu kali makan.
Dalam konsep tersebut, setengah bagian piring diisi sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk. Makanan pokok seperti nasi, jagung, kentang dan umbi-umbian menjadi sumber karbohidrat, sementara lauk dapat berasal dari protein hewani maupun nabati.
Sayuran dan buah memiliki peran penting sebagai sumber vitamin, mineral dan serat. Sementara lauk-pauk seperti ikan, telur, ayam, daging, tahu dan tempe dapat menjadi pilihan sumber protein dalam menu sehari-hari.
Konsep “Isi Piringku” juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi Gula, Garam dan Lemak atau GGL. Pembatasan tersebut menjadi bagian dari upaya menerapkan pola makan sehat dan mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.
Selain makanan, Kemenkes juga menganjurkan kebiasaan minum air putih yang cukup, mencuci tangan dengan sabun serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik sekitar 30 menit sehari menjadi salah satu kebiasaan yang dianjurkan dalam penerapan pola hidup sehat.
Kebiasaan sarapan dan membaca label pada makanan kemasan juga perlu diperhatikan. Dengan membaca label, masyarakat dapat lebih mengetahui kandungan makanan yang akan dikonsumsi.
Menariknya, menerapkan pola makan seimbang bukan berarti harus menghilangkan makanan favorit. Yang lebih penting adalah memperhatikan keragaman makanan, porsi dan frekuensi konsumsinya.
Dengan begitu, piring makan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari. Apakah sudah ada makanan pokok, lauk, sayur dan buah dalam menu yang dikonsumsi?
Sehat ternyata bisa dimulai dari meja makan. Sebelum menyantap makanan berikutnya, tidak ada salahnya melihat kembali isi piring dan memastikan kebutuhan gizi tubuh tetap diperhatikan. (gie')
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....