Dokter Spesialis Jantung: Tidak Ada Keluhan, Bukan Bebas dari Penyakit Jantung
- 31 Agt 2026 13:33 WIB
- Palu
Poin Utama
- Masyarakat tidak boleh menunda pemeriksaan kesehatan jantung hanya karena merasa sehat tanpa keluhan, karena kondisi tanpa gejala tidak menjamin terbebas dari risiko penyakit jantung.
- Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Venice Chairiadi mengidentifikasi bahwa salah satu alasan utama masyarakat enggan melakukan pemeriksaan adalah karena merasa tidak memiliki keluhan kesehatan.
- Pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala merupakan tindakan preventif penting untuk mendeteksi dini adanya risiko atau penyakit jantung meski tidak ada gejala yang dirasakan.
RRI.CO.ID, Palu - Masyarakat diingatkan tidak menunda pemeriksaan kesehatan jantung hanya karena merasa sehat dan tidak mengalami keluhan. Kondisi tanpa gejala bukan berarti seseorang terbebas dari risiko maupun penyakit jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Kota Palu, Venice Chairiadi, mengatakan salah satu alasan masyarakat enggan melakukan pemeriksaan adalah karena merasa tidak memiliki keluhan.
“Rata-rata karena merasa tidak ada keluhan,” kata Venice.
Menurutnya, pasien penyakit jantung yang kondisinya terkontrol dengan baik bahkan dapat menjalani aktivitas tanpa merasakan keluhan. Kondisi tersebut terkadang membuat pasien menganggap penyakitnya sudah tidak bermasalah, sehingga mulai mengabaikan pengobatan.
“Kalau dia sudah terkontrol dengan baik, kira-kira 90 persen itu tanpa keluhan,” ujarnya.
Venice menjelaskan, kondisi stabil pada pasien penyakit jantung diperoleh melalui kontrol rutin dan konsumsi obat secara teratur. Namun, ketika keluhan menghilang, sebagian pasien justru mulai tidak patuh mengonsumsi obat dan melakukan kontrol.
“Ketika dia sudah tidak ada keluhan, dia merasakan sudah tidak perlu lagi minum obat,” ucapnya.
Venice menambahkan, kondisi tersebut dapat membuat pasien mengonsumsi obat secara tidak teratur dan baru kembali berobat ketika keluhan muncul. Padahal menurutnya, penyakit jantung dapat terjadi tanpa memberikan tanda yang jelas sebelumnya.
“Namanya silent killer berarti tanpa gejala, tanpa memberitahu sebelumnya apa masalahnya, sehingga tiba-tiba saja langsung kejadian serangan,” tutur Venice.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kesehatan jantung. Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui dan mengendalikan faktor risiko, termasuk tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
Venice juga mengingatkan, pemeriksaan dan pengobatan secara rutin perlu tetap dilakukan meskipun seseorang sudah tidak merasakan keluhan. Karena kondisi tanpa gejala, ucap Venice, tidak selalu menunjukkan bahwa penyakit telah hilang. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....