Kemarau Tidak Selalu Kurangi Nyamuk

  • 26 Agt 2026 14:48 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Demam berdarah tidak hanya terjadi pada musim hujan tetapi juga dapat muncul pada musim kemarau karena masih terdapat tempat berkembang biak nyamuk.
  • Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di genangan air pada bak mandi, wadah bekas, dan pot tanaman di sekitar lingkungan rumah.
  • Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk rutin membersihkan tempat penampungan air dan menghilangkan barang bekas yang dapat menampung air sebagai pencegahan demam berdarah.

RRI.CO.ID, Palu - Musim kemarau tidak selalu membuat jumlah nyamuk berkurang karena masih terdapat tempat berkembang biak di sekitar lingkungan rumah. Genangan air pada bak mandi, wadah bekas, dan pot tanaman dapat menjadi lokasi bertelur bagi nyamuk Aedes aegypti.

Melansiri laman Kementerian Kesehatan RI, demam berdarah tidak hanya terjadi saat musim hujan, tapi juga dapat muncul pada musim kemarau. Nyamuk tetap berkembang apabila terdapat tempat penampungan air yang jarang dibersihkan atau barang bekas yang menampung air.

Suhu udara yang lebih tinggi dapat meningkatkan aktivitas nyamuk, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan. Karena itu, cuaca panas bukan berarti risiko penyakit yang ditularkan nyamuk akan berkurang selama kemarau berlangsung.

Upaya sederhana dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di lingkungan rumah. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah, dan mendaur ulang barang bekas menjadi langkah penting pencegahan DBD.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan kelambu, memasang kasa jendela, serta memantau keberadaan jentik nyamuk secara berkala. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu menciptakan rumah yang nyaman sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit.

Masyarakat juga didorong Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, sebagai upaya melibatkan keluarga dalam pencegahan DBD. Pemantauan jentik secara rutin dapat membantu memutus siklus hidup nyamuk sejak tahap awal perkembangannya.

Kemarau bukan alasan untuk mengabaikan keberadaan nyamuk, karena risiko penularan penyakit masih dapat terjadi setiap waktu. Kepedulian menjaga lingkungan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung hidup sehat sehari-hari. (DL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....