Konsumsi Garam Berlebih Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit

  • 19 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Rasa asin banyak disukai dalam berbagai makanan tetapi konsumsi garam yang berlebihan perlu diperhatikan karena berdampak pada kesehatan.
  • Garam tidak hanya berasal dari garam dapur yang ditambahkan saat memasak tetapi juga dari makanan olahan dan kemasan.
  • Makanan siap saji dan produk kemasan mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi yang perlu diwaspadai konsumsinya.

RRI.CO.ID, Palu - Rasa asin menjadi salah satu cita rasa yang banyak disukai dalam berbagai makanan. Namun, konsumsi garam yang terlalu banyak perlu diperhatikan karena dapat berdampak terhadap kesehatan.

Garam tidak hanya berasal dari garam dapur yang ditambahkan saat memasak. Makanan olahan, makanan kemasan, serta berbagai produk siap saji juga dapat mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi.

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari atau setara dengan kurang dari lima gram garam. Konsumsi natrium berlebihan berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Kebiasaan mencicipi makanan sebelum menambahkan garam dapat membantu mengurangi penggunaannya. Bumbu alami seperti bawang putih, bawang merah, jeruk nipis, jahe, dan rempah dapat digunakan untuk memperkaya rasa.

Kementerian Kesehatan bahkan memasukkan pembatasan konsumsi garam sebagai bagian dari pola makan sehat. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

Masyarakat juga perlu memperhatikan label pangan ketika membeli makanan kemasan. Kandungan natrium pada label dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan produk yang akan dikonsumsi.

Mengurangi garam bukan berarti harus menghilangkan cita rasa makanan. Perubahan dapat dilakukan secara bertahap agar lidah terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu asin.

Kebiasaan mengontrol konsumsi garam menjadi salah satu langkah sederhana dalam menjaga kesehatan. Pola makan seimbang tetap perlu disertai aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat lainnya.(gie')

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....