Alergi pada Anak: Kenali Pemicu dan Tanda Reaksinya

  • 22 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Alergi pada anak terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons berlebihan terhadap zat yang pada sebagian besar orang tidak menimbulkan reaksi imun serupa. Zat pemicu alergi atau alergen dapat berbeda pada setiap anak. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi antara lain riwayat alergi dalam keluarga, kondisi lingkungan, serta paparan terhadap makanan atau zat tertentu.

Alergen pada anak cukup beragam. Pemicu dapat berasal dari makanan, seperti seperti susu sapi, telur, kacang tanah, kacang pohon, ikan, kerang, gandum, dan kedelai. Obat-obatan juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian anak. Karena pemicunya berbeda-beda, munculnya gejala perlu diperhatikan dan tidak langsung disimpulkan sebagai alergi tanpa pemeriksaan.

Gejala alergi dapat muncul pada berbagai bagian tubuh. Reaksinya antara lain kulit kemerahan dan gatal, bersin, hidung berair atau tersumbat, serta mata merah dan berair. Pada beberapa anak, alergi juga dapat menimbulkan keluhan pada sistem pencernaan, seperti muntah atau diare. Gejala tersebut dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Alergi juga perlu dibedakan dari intoleransi, termasuk alergi susu sapi dan intoleransi laktosa. Alergi susu sapi berkaitan dengan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu sapi, sedangkan intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Reaksi alergi yang berat dapat menyebabkan anafilaksis. Kondisi ini dapat ditandai dengan sesak napas, mengi, tubuh lemas, hingga penurunan kesadaran. Anafilaksis merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis segera. Anak dengan riwayat alergi berat juga perlu mendapatkan penanganan dan pencegahan sesuai anjuran dokter.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali dan menghindari pemicu alergi yang telah diketahui. Kebersihan rumah juga perlu dijaga, termasuk membersihkan debu secara rutin dan mengendalikan kelembapan untuk mengurangi paparan jamur. Orang tua sebaiknya mencatat makanan atau kondisi tertentu yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala agar dapat menjadi informasi saat berkonsultasi dengan dokter.

Jika gejala alergi berulang atau terdapat dugaan alergi tertentu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Dokter dapat melakukan evaluasi dan pemeriksaan alergi bila diperlukan. Dengan mengetahui pemicu secara tepat, alergi pada anak dapat dikelola melalui langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....