Jangan Luluran Setiap Hari, Ini Cara Tepat Menjaga Kulit Tetap Sehat

  • 05 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Luluran telah lama menjadi bagian dari perawatan kulit yang digemari masyarakat karena mampu membantu mengangkat sel-sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah. Namun, masih banyak anggapan bahwa semakin sering luluran dilakukan maka hasilnya akan semakin baik. Padahal, menurut Khairunnisa Lukman yang merupakan owner Owner Indobedda Lulur baiknya digunakan dalam seminggu satu atau dua kali saja.

Secara alami, kulit memiliki siklus regenerasi untuk mengganti sel-sel kulit lama dengan sel kulit baru. Proses eksfoliasi melalui luluran memang membantu membersihkan penumpukan sel kulit mati, tetapi jika dilakukan terlalu sering, kulit tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki lapisan pelindungnya atau skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, kekeringan, dan paparan berbagai faktor dari lingkungan.

Luluran setiap hari juga berisiko mengikis minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit terasa kering, kemerahan, perih, bahkan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Dalam jangka panjang, eksfoliasi yang berlebihan berpotensi membuat kulit menjadi lebih tipis sehingga mudah mengalami kerusakan dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Agar manfaat luluran dapat diperoleh secara optimal, frekuensi penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis kulit. Bagi pemilik kulit normal hingga kering, luluran dianjurkan dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu. Sementara itu, kulit berminyak dapat melakukan luluran sekitar dua sampai tiga kali setiap minggu karena produksi minyak dan penumpukan sel kulit matinya cenderung lebih tinggi. Saat mengaplikasikan lulur, gerakan memutar secara lembut lebih disarankan dibanding menggosok kulit dengan tekanan yang kuat.

Selain memperhatikan frekuensi, perawatan setelah luluran juga tidak kalah penting. Setelah membersihkan sisa lulur dengan air, kulit sebaiknya segera dikeringkan secara perlahan menggunakan handuk bersih, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga. Langkah ini membantu mempercepat proses pemulihan lapisan kulit sekaligus mengurangi risiko iritasi setelah eksfoliasi.

Meski terdapat beberapa produk dengan formula yang diklaim cukup lembut untuk penggunaan lebih sering, setiap orang tetap perlu memperhatikan kondisi kulit masing-masing dan mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan. Jika setelah luluran muncul kemerahan, rasa perih, atau iritasi yang tidak kunjung membaik, penggunaan sebaiknya dihentikan dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Dengan penggunaan yang tepat dan sesuai kebutuhan kulit, luluran dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan yang aman sekaligus membantu menjaga kulit tetap sehat, bersih, dan bercahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....