Rahasia Cut Sugar tanpa Tersiksa, Simak Caranya!

  • 04 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Istilah cut sugar semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin menerapkan gaya hidup sehat. Namun, tidak sedikit yang menganggap pola ini mengharuskan seseorang berhenti mengonsumsi semua makanan bercita rasa manis. Padahal, anggapan tersebut merupakan kesalahpahaman.

Kunci utama dalam menjalani cut sugar bukan menghindari seluruh makanan manis, melainkan membatasi asupan gula tambahan yang banyak ditemukan pada makanan dan minuman olahan. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kesehatan tanpa harus menghilangkan kenikmatan menikmati makanan.

Mengacu pada rekomendasi World Health Organization (WHO), masyarakat dianjurkan mengurangi konsumsi free sugars, yaitu gula yang ditambahkan selama proses pembuatan makanan atau minuman, termasuk sirup dan berbagai jenis pemanis. Sementara itu, gula alami yang terdapat pada buah segar dan susu tidak termasuk dalam kelompok yang perlu dihindari.

Karena itu, buah tetap menjadi pilihan yang baik selama menjalani cut sugar. Selain memiliki rasa manis alami, buah mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Sejumlah penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan bahwa buah utuh tidak memberikan efek yang sama dengan makanan tinggi gula tambahan. Kandungan serat di dalam buah membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lonjakan kadar gula darah dapat lebih terkendali.

Sebaliknya, makanan dan minuman yang sebaiknya mulai dibatasi antara lain minuman bersoda, teh atau kopi dengan gula berlebih, kue, permen, biskuit, minuman kemasan, hingga berbagai makanan olahan yang mengandung pemanis tambahan dalam jumlah tinggi.

Menjalani cut sugar juga tidak berarti harus bersikap terlalu ketat. Sesekali menikmati makanan manis dalam porsi yang wajar masih diperbolehkan selama tidak menjadi kebiasaan sehari-hari. Pendekatan yang lebih fleksibel justru dinilai lebih mudah diterapkan dalam jangka panjang.

Seiring berjalannya waktu, indera pengecap akan beradaptasi sehingga kebutuhan terhadap rasa manis berlebihan akan semakin berkurang. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola makan yang lebih sehat sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit akibat konsumsi gula berlebih.

Dengan demikian, cut sugar bukanlah larangan menikmati makanan manis, melainkan upaya mengendalikan konsumsi gula tambahan agar kesehatan tetap terjaga dan kualitas hidup meningkat dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....