Blackout, Kenali Penyebab dan Gejalanya

  • 23 Jul 2026 12:42 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Blackout adalah kondisi hilangnya kesadaran atau ingatan secara tiba-tiba dalam waktu singkat yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengindikasikan masalah medis serius.
  • Penyebab blackout meliputi berkurangnya aliran darah ke otak, penurunan tekanan darah, kadar gula darah rendah, gangguan irama jantung, kejang, cedera kepala, atau efek samping obat-obatan.
  • Kondisi ini memerlukan penanganan dan evaluasi medis segera untuk menentukan penyebab dasarnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Palu - Blackout merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau ingatan secara tiba-tiba yang berlangsung dalam waktu singkat akibat gangguan kesehatan tertentu. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menjadi tanda adanya masalah medis yang memerlukan penanganan segera.

Melansir Halodoc, Blackout dapat disebabkan oleh berkurangnya aliran darah menuju otak, tekanan darah menurun, atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Selain itu, gangguan irama jantung, kejang, cedera kepala, maupun efek samping obat juga berpotensi memicu kondisi tersebut.

Sebelum mengalaminya, sebagian orang merasakan tanda awal berupa pusing, pandangan kabur, atau keringat dingin. Namun, tidak sedikit pula yang kehilangan kesadaran secara mendadak tanpa gejala yang jelas sebelumnya.

Saat seseorang mengalami blackout, penting memastikan kondisi sekitar tetap aman untuk menghindari benturan atau cedera yang lebih serius. Jangan memberikan makanan maupun minuman sebelum korban benar-benar sadar dan mampu menelan dengan baik.

Apabila kehilangan kesadaran berlangsung lebih lama, disertai kejang, sesak napas, atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat membantu tenaga kesehatan menemukan penyebab utama sekaligus mencegah komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan penderita.

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, meninjau riwayat kesehatan, serta pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien untuk memastikan diagnosis. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan pengobatan maupun langkah pencegahan agar blackout tidak kembali berulang.

Menerapkan pola hidup sehat, mengelola penyakit yang dimiliki, serta melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu mengurangi risiko terjadinya blackout. Kesadaran mengenali penyebab dan gejalanya menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah kondisi yang lebih serius. (NP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....