Efek Samping Obat Kolesterol, Nyeri Otot Jangan Diabaikan
- 21 Jul 2026 20:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penggunaan obat penurun kolesterol golongan statin merupakan salah satu terapi yang umum diberikan kepada pasien dengan kadar kolesterol tinggi. Obat ini bekerja menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, pada sebagian orang, terapi statin dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri otot, kram, atau sensasi seperti ditusuk jarum.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ivan Andre Hartono, M. Biomed, Sp. PD, menjelaskan bahwa keluhan tersebut bukan kondisi yang boleh dianggap normal apabila muncul setelah mengonsumsi obat statin. Menurutnya, gejala tersebut dapat berkaitan dengan efek samping obat yang memengaruhi fungsi otot.
Dilansir dari akun Instagram @dokterivanhartono, obat statin seperti atorvastatin, rosuvastatin, maupun simvastatin, dapat menurunkan produksi koenzim Q10 (Coenzyme Q10). Senyawa ini berperan penting dalam proses pembentukan energi di mitokondria, yaitu bagian sel yang banyak terdapat pada jaringan otot karena membutuhkan pasokan energi yang tinggi.
Penurunan kadar koenzim Q10 dapat membuat sel otot lebih rentan mengalami gangguan, terutama apabila aktivitas fisik dilakukan secara berlebihan atau tidak sesuai kondisi tubuh. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat memicu kerusakan sel otot yang memerlukan penanganan medis.
Karena itu, setiap keluhan berupa nyeri otot, kram, atau kelemahan yang muncul setelah memulai terapi statin sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter. Tenaga medis akan melakukan evaluasi untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan obat yang dikonsumsi atau disebabkan oleh faktor lain.
Apabila diperlukan, dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian dosis, mengganti jenis obat, atau memberikan terapi tambahan, termasuk suplementasi koenzim Q10 sesuai kondisi pasien. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menghentikan penggunaan obat kolesterol secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena terapi statin tetap memiliki manfaat penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....