Lawan Stunting, Mahasiswa Untad Bikin Modul Gizi Berbasis QR Code
- 18 Jul 2026 10:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (Himaski) FKIP Universitas Tadulako (Untad) menghadirkan terobosan baru dalam menekan angka stunting di Sulawesi Tengah. Melalui program SmartEdu-NutriChem, mereka meluncurkan modul edukasi gizi interaktif yang terintegrasi langsung dengan teknologi kode respons cepat (QR Code). Langkah visioner ini diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting di Desa Bale, Kecamatan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Program inovatif ini menyasar Desa Bale yang terletak di Kabupaten Donggala. Lokasi ini dipilih berdasarkan riset mendalam yang menunjukkan bahwa angka stunting di kawasan tersebut masih fluktuatif dan membutuhkan penanganan serius. Kehadiran para mahasiswa dengan membawa pendekatan teknologi diharapkan mampu mengubah pola pikir tradisional masyarakat setempat mengenai literasi kesehatan.
Ketua Tim Pelaksana, Wisnu, menjelaskan bahwa ide pemanfaatan gawai ini berawal dari pengamatan langsung terhadap kebiasaan warga desa. Tim melihat bahwa meskipun minat baca masyarakat terhadap buku panduan fisik tergolong rendah, intensitas mereka dalam menggunakan ponsel pintar justru sangat tinggi. Dari situlah muncul strategi untuk memindahkan konten edukasi ke ranah digital.
"Kami melihat ibu-ibu di desa punya minat literasi yang tinggi, tetapi mereka lebih tertarik lewat HP dan teknologi. Makanya kami berdiskusi dengan dosen pembimbing untuk memadukan kimia terapan dengan teknologi, sehingga modul kami disertai QR Code yang langsung menghubungkan ke video animasi," ujar Wisnu saat diwawancarai di studio RRI Palu.
Daripada sekadar membagikan buku panduan cetak yang berisiko cepat rusak atau menumpuk di lemari, mahasiswa menyematkan kode batang unik di setiap lembar modul fisik. Saat kode tersebut dipindai menggunakan kamera ponsel, warga akan langsung diarahkan ke sebuah platform digital. Platform ini berisi video animasi yang interaktif dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan usia.
Respons dari masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK, sangat positif sejak program ini pertama kali disosialisasikan. Mereka kini bisa belajar secara mandiri mengenai porsi gizi seimbang tanpa harus merasa digurui. Kemudahan akses informasi ini menjadi modal penting dalam mengubah perilaku kesehatan harian keluarga di tingkat rumah tangga.
Dosen pendamping lapangan, Dr. Kasmudin Mustapa, M.Pd., menyatakan bahwa SmartEdu-NutriChem didesain untuk menciptakan dampak jangka panjang. Sistem edukasi berbasis awan (cloud) ini memastikan materi penyuluhan tetap dapat diakses oleh warga kapan saja, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
"Pendekatan dengan mobile learning ini memudahkan ibu-ibu untuk belajar kapan saja tanpa harus menunggu kegiatan formal dilaksanakan. Jadi tanpa kehadiran mahasiswa pun, mereka sudah bisa memahaminya secara mandiri melalui modul interaktif ini," tutup Kasmudin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....