Kiri atau Kanan? Posisi Tidur Ibu Hamil yang Bikin Bayi Lebih Sehat

  • 31 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting selama kehamilan, namun perubahan bentuk tubuh dan perubahan hormon sering kali membuat tidur menjadi sulit. Memilih posisi tidur yang tepat tidak hanya membuat ibu lebih nyaman, tapi juga menjaga aliran darah yang optimal ke janin serta mencegah berbagai keluhan kesehatan.

Melansir Alodokter, berikut adalah panduan lengkap mengenai posisi tidur yang disarankan, yang harus dihindari, dan cara membuat tidur lebih nyaman.

Posisi Tidur Terbaik: Miring ke Kiri

Posisi paling disarankan oleh dokter dan tenaga medis adalah tidur miring ke sisi kiri. Posisi ini dianggap paling aman dan bermanfaat, terutama saat kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga.

  • Meningkatkan aliran darah: Posisi ini menghindari tekanan pada pembuluh darah besar (vena kava) yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Aliran darah yang lancar berarti suplai oksigen dan nutrisi ke plasenta dan janin menjadi lebih maksimal.
  • Mendukung fungsi ginjal: Miring ke kiri membantu ginjal bekerja lebih efektif dalam membuang sisa metabolisme dan cairan berlebih dari tubuh, sehingga dapat mengurangi pembengkakan pada kaki, tangan, dan wajah yang sering dialami ibu hamil.
  • Mengurangi keluhan fisik: Posisi ini juga membantu mengurangi risiko rasa panas di dada atau nyeri ulu hati, serta menurunkan tekanan pada hati dan usus.

Anda bisa menambah kenyamanan dengan meletakkan bantal di antara lutut, di bawah perut, atau di belakang punggung agar posisi tubuh tetap stabil dan tidak mudah berubah posisi saat tidur.

Posisi Lain yang Masih Diperbolehkan: Miring ke Kanan

Jika tidur miring ke kiri terasa tidak nyaman atau Anda terbangun dalam posisi miring ke kanan, tidak perlu khawatir berlebihan. Posisi miring ke kanan masih aman dan merupakan alternatif yang baik.

Meskipun manfaatnya tidak sebanyak miring ke kiri, posisi ini tetap jauh lebih baik dibandingkan tidur telentang atau tengkurap. Sama seperti saat miring ke kiri, gunakan bantal penyangga di antara lutut untuk mengurangi ketegangan pada pinggul dan punggung bawah.

Posisi Tidur yang Harus Dihindari

Ada beberapa posisi tidur yang sebaiknya dihindari, terutama setelah usia kehamilan memasuki pertengahan atau trimester kedua:

1. Tidur Telentang

Posisi ini sebaiknya dihindari karena berat rahim yang semakin besar akan menekan pembuluh darah utama dan usus. Dampak negatifnya meliputi aliran darah ke jantung dan janin menjadi berkurang, hingga muncul rasa tidak nyaman di punggung dan gangguan pencernaan.

2. Tidur Tengkurap

Posisi ini tentu saja tidak disarankan karena akan menekan langsung pada perut dan rahim. Seiring bertambah besarnya perut, posisi ini secara alami akan terasa sangat tidak nyaman dan sulit dilakukan.

Pada awal kehamilan saat perut belum terlalu besar, posisi ini mungkin masih bisa dilakukan, namun sebaiknya mulai dihindari demi keamanan dan kenyamanan. (SA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....