Diet Instan Berpotensi Timbulkan Gangguan Kesehatan

  • 20 Mei 2026 07:13 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tren diet instan kembali ramai diperbincangkan masyarakat seiring meningkatnya kesadaran menjaga kesehatan tubuh sehari-hari. Berbagai metode penurunan berat badan bermunculan melalui media sosial dengan klaim hasil instan dan perubahan tubuh drastis.

Sebagian masyarakat tertarik mencoba pola makan ekstrem demi memperoleh bentuk tubuh ideal dalam waktu relatif singkat. Padahal, sejumlah ahli gizi mengingatkan beberapa diet populer justru berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Mengutip Mayo Clinic, pola diet sehat sebaiknya tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi harian tubuh manusia. Penurunan berat badan yang aman umumnya dilakukan bertahap melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur.

Diet alkaline misalnya, diklaim mampu menyeimbangkan kadar pH tubuh melalui konsumsi makanan tertentu setiap harinya. Namun, ahli gizi menilai tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem alami menjaga keseimbangan tersebut secara normal.

Selain itu, diet sup kol dan diet karnivora juga kembali banyak diperbincangkan masyarakat melalui berbagai platform media sosial. Kedua pola makan tersebut dinilai terlalu membatasi asupan nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan lemak sehat tubuh.

Sementara, tren minum jus seledri setiap pagi masih digemari sebagian masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh harian. Padahal, jus seledri tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap karena minim protein, lemak sehat, dan serat alami.

Masyarakat disarankan tidak mudah tergoda menjalani diet instan tanpa pendampingan tenaga kesehatan profesional terpercaya. Pola hidup sehat melalui konsumsi makanan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres dinilai lebih aman. (DL)








google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....