di Balik Nikmatnya Olahan Jeroan, Tersimpan Risiko Kesehatan
- 10 Mei 2026 13:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Olahan jeroan masih menjadi salah satu menu favorit masyarakat karena memiliki cita rasa gurih dan khas. Berbagai jenis jeroan seperti usus, babat, hati, dan paru sering diolah menjadi hidangan berkuah maupun gorengan yang menggugah selera.
Selain rasanya yang lezat, jeroan juga mengandung sejumlah nutrisi seperti zat besi, protein, dan vitamin tertentu. Kandungan tersebut membuat sebagian masyarakat menjadikan jeroan sebagai menu pelengkap makanan sehari-hari.
Namun, konsumsi jeroan secara berlebihan dinilai dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi tubuh. Melansir Halodoc, Jeroan diketahui mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh yang cukup tinggi sehingga perlu dibatasi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan gangguan kesehatan jantung. Penumpukan lemak dalam tubuh juga dapat memengaruhi aliran darah dan kesehatan pembuluh darah.
Tidak hanya itu, konsumsi jeroan berlebihan juga berpotensi memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Kandungan purin yang tinggi pada beberapa jenis jeroan menjadi salah satu penyebab utama masalah tersebut.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi jeroan agar tetap aman bagi tubuh. Pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, dan air putih dinilai penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Meski demikian, jeroan tetap dapat dikonsumsi sesekali dalam jumlah yang wajar. Pengolahan yang higienis serta porsi yang tidak berlebihan menjadi kunci agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa mengabaikan kesehatan. (NP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....