Kurang Zat Besi Sering Tak Disadari

  • 04 Mei 2026 16:56 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kekurangan zat besi menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering luput dari perhatian, meskipun dapat berdampak besar pada fungsi tubuh. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, pasokan oksigen ke organ dan jaringan menurun dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Pada tahap awal, gejala kekurangan zat besi sering kali ringan dan menyerupai kelelahan biasa sehingga banyak diabaikan. Padahal, kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi jika tidak segera ditangani. Kekurangan zat besi juga dapat memengaruhi kualitas hidup karena tubuh tidak mampu bekerja secara optimal akibat kurangnya suplai oksigen.

Beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain tubuh mudah lelah, lemas, serta kulit terlihat pucat. Selain itu, penderita juga dapat mengalami pusing, sakit kepala, hingga sesak napas karena otak dan organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Dalam kondisi tertentu, jantung akan bekerja lebih keras sehingga menimbulkan sensasi berdebar.

Tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga dapat memengaruhi kondisi fisik lain seperti rambut rontok, kuku rapuh, serta tangan dan kaki yang terasa dingin. Bahkan, perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan nafsu makan juga dapat menjadi indikator yang sering tidak disadari oleh banyak orang.

Dalam kasus yang lebih serius, kekurangan zat besi dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu gangguan lain seperti sindrom kaki gelisah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini agar dapat segera melakukan pemeriksaan dan penanganan, sehingga mencegah komplikasi yang lebih berat di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....