Gejala Stres pada Remaja yang Kerap Tidak Disadari

  • 27 Apr 2026 11:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Stres merupakan kondisi yang bisa dialami siapa saja, termasuk remaja yang sedang berada dalam masa perkembangan. Sayangnya, kondisi ini kerap tidak disadari, baik oleh remaja itu sendiri maupun orang di sekitarnya. Padahal, jika berlangsung lama, stres dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental yang lebih serius.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah perubahan emosional. Remaja yang mengalami stres cenderung terlihat murung, mudah cemas, dan kehilangan semangat. Mereka juga bisa menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, bahkan marah secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, stres juga dapat memunculkan keluhan fisik. Beberapa di antaranya meliputi kelelahan, sakit kepala, mual, hingga perubahan nafsu makan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa memengaruhi berat badan atau mengganggu siklus tubuh, sehingga tidak boleh dianggap sepele.

Perubahan perilaku juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan. Remaja yang mengalami stres biasanya tampak gelisah, sulit diam, atau menunjukkan kebiasaan seperti menggigit kuku dan mondar-mandir. Mereka juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

Tidak hanya itu, stres turut memengaruhi kemampuan berpikir. Remaja bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, berpikir tidak rasional, hingga memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri maupun situasi di sekitarnya. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar.

Berbagai faktor dapat menjadi pemicu stres pada remaja, mulai dari penggunaan media sosial yang berlebihan, masalah dalam keluarga, hingga pengalaman traumatis. Oleh karena itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....