Digitalisasi Etiket Obat Dinilai Kurangi Risiko Kesalahan
- 22 Apr 2026 21:38 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Perkembangan teknologi di bidang kesehatan mulai membawa perubahan dalam sistem pelayanan, termasuk pada penggunaan etiket obat yang kini mulai beralih ke format digital di sejumlah fasilitas kesehatan. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan ketelitian serta mengurangi potensi kesalahan informasi dalam pemberian obat kepada pasien.
Angga seorang apoteker dalam wawancara di program Sore Ceria PRO 2 Palu, menjelaskan bahwa beberapa rumah sakit saat ini sudah mulai menerapkan digitalisasi dalam penulisan etiket obat. Proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan tulisan tangan kini mulai digantikan dengan sistem cetak yang dinilai lebih rapi dan mudah dibaca oleh pasien maupun tenaga kesehatan.
“Sekarang sudah ada beberapa rumah sakit yang menggunakan sistem digital untuk etiket obat, jadi tidak perlu lagi ditulis tangan, cukup dicetak dan hasilnya lebih jelas,” ujar Angga.
Ia menilai, penerapan digitalisasi ini merupakan langkah positif yang sejalan dengan perkembangan era industri 5.0, di mana teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi antara tenaga medis dan pasien.
Menurutnya, penggunaan etiket obat berbasis digital dapat membantu mengurangi risiko miskomunikasi maupun kesalahan dalam membaca informasi obat. Hal ini menjadi penting karena kesalahan kecil dalam memahami aturan pakai dapat berdampak langsung pada keberhasilan pengobatan yang dijalani pasien.
Ia juga menekankan bahwa digitalisasi belum sepenuhnya dapat menggantikan peran etiket obat konvensional. Hal ini karena tidak semua fasilitas kesehatan memiliki akses atau kesiapan teknologi yang memadai untuk menerapkan sistem tersebut secara menyeluruh dalam pelayanan sehari-hari.
Selain itu, keterbatasan literasi digital pada sebagian masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan etiket obat secara konvensional masih tetap dibutuhkan sebagai bentuk penyampaian informasi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kombinasi antara sistem digital dan konvensional dinilai menjadi solusi terbaik saat ini, guna memastikan informasi obat dapat tersampaikan secara jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga mendukung keselamatan serta keberhasilan pengobatan pasien di berbagai kondisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....