Jangan Abaikan Etiket Obat, Ini Dampaknya bagi Kesehatan
- 22 Apr 2026 21:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Edukasi mengenai penggunaan obat yang benar masih menjadi hal penting di tengah masyarakat. Salah satu yang kerap diabaikan adalah etiket obat, padahal informasi di dalamnya berperan besar dalam keberhasilan pengobatan.
Dalam wawancara bersama RRI PRO 2 Palu, Apoteker Angga, menjelaskan bahwa etiket obat merupakan label atau keterangan yang ditempel pada kemasan obat, baik pada botol, strip, maupun plastik pembungkus.
“Etiket obat itu berisi informasi penting yang harus diperhatikan pasien sebelum menggunakan obat. Mulai dari nama pasien, nama obat, dosis, cara penggunaan, aturan pakai, hingga peringatan khusus,” jelasnya.
Peringatan khusus dalam etiket obat, lanjutnya, bisa berupa informasi efek samping maupun aturan konsumsi. Misalnya, obat yang dapat menyebabkan kantuk atau harus diminum sebelum maupun sesudah makan.
Ia juga menambahkan, secara umum etiket obat terbagi menjadi dua jenis, yakni etiket putih dan etiket biru. Etiket putih biasanya digunakan untuk obat dalam seperti tablet, kapsul, atau sirup. Sementara etiket biru diperuntukkan bagi obat luar seperti salep, gel, dan krim.
Lebih lanjut, Angga menekankan bahwa mengabaikan etiket obat dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Hal ini karena kesalahan dalam dosis maupun cara penggunaan dapat mengurangi efektivitas obat.
“Kalau dosisnya tidak sesuai, misalnya dikurangi, maka efektivitas obat juga ikut berkurang. Begitu juga dengan waktu penggunaan yang tidak tepat, bisa mengganggu penyerapan obat dalam tubuh,” ujarnya.
Kesalahan lain yang sering terjadi di masyarakat adalah tidak menghabiskan obat sesuai anjuran, terutama ketika pasien merasa sudah sembuh lebih dulu. “Padahal ada obat yang memang harus diminum sampai habis, seperti antibiotik. Kalau tidak, bisa menyebabkan resistensi obat,” jelasnya.
Resistensi obat terjadi ketika bakteri dalam tubuh menjadi kebal terhadap obat, sehingga penyakit lebih sulit disembuhkan dan berpotensi kambuh berulang kali. Selain itu, dampak jangka panjang lainnya juga bisa memengaruhi kondisi organ tubuh serta menurunkan efektivitas pengobatan di masa depan.
“Kalau terus-menerus tidak sesuai aturan, bisa berdampak ke organ tubuh dan membuat pengobatan ke depan jadi lebih sulit, bahkan perlu tambahan obat lain,” tambahnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan etiket obat sebelum mengonsumsinya, demi memastikan pengobatan berjalan optimal dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....