Ulat Gigi, Mitos atau Fakta ?
- 15 Apr 2026 17:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gigi berlubang kerap menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah anggapan adanya “ulat gigi” yang menyebabkan kerusakan. Padahal, dalam dunia medis modern, tidak ditemukan bukti bahwa makhluk seperti ulat hidup di dalam gigi manusia.
Gigi berlubang atau karies merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam mulut. Bakteri tersebut memanfaatkan sisa makanan, terutama yang mengandung gula, untuk berkembang dan menghasilkan asam. Asam inilah yang secara perlahan merusak lapisan pelindung gigi hingga akhirnya terbentuk lubang.
Keyakinan tentang “ulat gigi” sebenarnya muncul dari salah tafsir terhadap gejala yang dirasakan. Rasa nyeri yang berdenyut atau sensasi seperti digigit sering dianggap sebagai aktivitas makhluk hidup di dalam gigi. Faktanya, sensasi tersebut berasal dari saraf gigi yang teriritasi akibat kerusakan yang semakin dalam.
Ketika karies tidak segera ditangani, kerusakan dapat mencapai bagian dalam gigi yang disebut pulpa. Pada tahap ini, rasa sakit biasanya menjadi lebih hebat dan bisa muncul tanpa pemicu yang jelas. Kondisi ini sering memperkuat mitos yang sudah lama dipercaya, meskipun penyebab utamanya tetaplah infeksi dan peradangan.
Beberapa hal yang terlihat di dalam gigi berlubang juga kerap disalah artikan sebagai “ulat”. Misalnya, kumpulan plak, sisa makanan, atau jaringan gigi yang telah rusak bisa tampak seperti benda asing. Dalam kasus infeksi, keluarnya cairan atau nanah juga sering dianggap sebagai bukti adanya makhluk hidup di dalam gigi.
Untuk mengatasi gigi berlubang secara tepat, diperlukan perawatan profesional seperti penambalan, perawatan saluran akar, atau tindakan lain sesuai tingkat kerusakan. Pencegahan juga menjadi langkah penting, mulai dari menjaga kebersihan gigi, membatasi konsumsi gula, hingga rutin memeriksakan gigi ke dokter. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan tidak lagi terjebak dalam mitos.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....