Bahaya Menghisap Dot Terlalu Lama dan Cara Menghentikannya

  • 31 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kebiasaan menghisap dot atau empeng merupakan hal yang umum terjadi pada bayi. Aktivitas ini sering menjadi cara alami bagi si kecil untuk menenangkan diri, terutama saat merasa tidak nyaman atau mengantuk.

Tak sedikit orang tua yang mengandalkan dot sebagai solusi cepat meredakan tangisan, karena efeknya yang memang menenangkan dalam waktu singkat.

Melansir halodoc, dalam kajian Ilmu Kesehatan Anak, penggunaan dot sebenarnya diperbolehkan selama masih dalam batas wajar. Namun, para ahli menyarankan agar kebiasaan ini mulai dikurangi seiring bertambahnya usia anak.

Idealnya, penggunaan dot dihentikan secara bertahap sebelum usia 12-18 bulan, guna mencegah dampak negatif terhadap pertumbuhan. Salah satu risiko yang paling sering terjadi akibat ngedot terlalu lama adalah gangguan pada pertumbuhan gigi.

Tekanan yang terus-menerus dari dot dapat menyebabkan susunan gigi tidak rapi atau mengalami maloklusi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan dapat memengaruhi bentuk rahang dan struktur wajah anak.

Selain itu, kebiasaan ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko Otitis Media atau infeksi telinga tengah. Penggunaan dot dalam waktu lama dapat memicu masuknya bakteri ke saluran telinga, sehingga anak menjadi lebih rentan mengalami peradangan.

Dari sisi perkembangan, anak yang terlalu sering menggunakan dot juga berpotensi mengalami keterlambatan bicara. Hal ini disebabkan karena mulut anak lebih sering “sibuk” dengan dot, sehingga kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara menjadi berkurang.

Untuk menghentikan kebiasaan ini, orang tua disarankan melakukannya secara bertahap. Misalnya dengan membatasi penggunaan dot hanya saat tidur, lalu perlahan menguranginya.

Orang tua juga dapat mengalihkan perhatian anak melalui aktivitas menyenangkan, seperti bermain atau membacakan cerita agar anak tetap merasa nyaman.

Pendekatan yang konsisten dan penuh kesabaran menjadi kunci utama dalam proses ini. Dengan memberikan pengertian sesuai usia anak serta mengganti kebiasaan lama dengan rutinitas yang lebih positif, kebiasaan ngedot dapat dihentikan tanpa tekanan. (DL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....