Tak Sekadar Kalori, Ini Cara Cerdas Mengatur Pola Makan
- 29 Mar 2026 13:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Konsep menghitung kalori sering dianggap sebagai kunci utama menjaga berat badan. Diketahui cara ini ternyata belum sepenuhnya menggambarkan bagaiman tubuh benar-benar memproses makanan.
Melansir dari BBC, Minggu 29 Maret 2026, faktanya, tidak semua kalori diperlakukan sama oleh tubuh. Di dalam sistem pencernaan, terjadi interaksi biologis yang kompleks yang dipengaruhi oleh jenis makanan, cara kita mengonsumsinya, hingga peran mikroba di dalam usus. Hal ini membuat respons tubuh terhadap makanan bisa berbeda pada setiap individu.
Selain jenis makanan, waktu makan juga memiliki peran penting. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sebagian besar kalori pada pagi hari cenderung mengalami penurunan berat badan lebih baik dibandingkan mereka yang makan lebih banyak di malam hari, meskipun jumlah kalorinya sama.
Mengatur jarak waktu makan juga dapat membantu. Studi lain menemukan bahwa orang yang mempersempit waktu makan harian, misalnya dengan makan lebih siang dan berhenti lebih awal di malam hari cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dan mengalami penurunan lemak tubuh.
Kebiasaan mengemil juga perlu diperhatikan, terutama di malam hari. Mengonsumsi makanan setelah pukul 21.00 dikaitkan dengan peningkatan gula darah dan kolesterol jahat, yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.
Dengan memperhatikan cara makan juga tidak kalah penting, makan secara perlahan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Selain itu, makan dengan tempo lambat membuat otak lebih mampu mengenali rasa kenyang, sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan di kemudian hari.
| Baca juga: Tingkatkan Kualitas Tidur Demi Sehat |
Struktur makanan juga memengaruhi jumlah kalori yang diserap tubuh. Misalnya, kacang almond mengandung sekitar 160–170 kalori, tetapi jumlah yang diserap bisa berbeda tergantung cara mengunyahnya. Mengunyah dengan baik memungkinkan tubuh menyerap lebih banyak kalori, sementara jika tidak dikunyah sempurna, sebagian kalori bisa tidak terserap.
Kecepatan makan juga berpengaruh pada hormon dalam tubuh. Makan terlalu cepat dapat meningkatkan kadar gula darah dan membuat kita cenderung makan lebih banyak. Sebaliknya, makan perlahan membantu pelepasan hormon yang mengatur rasa kenyang, sehingga nafsu makan lebih terkendali.
Tidak hanya terpaku pada angka kalori, kita perlu lebih bijak dalam memperhatikan cara, waktu, serta jenis makanan yang dikonsumsi agar tubuh tetap sehat dan seimbang. Dengan pola makan yang tepat, kualitas hidup pun dapat meningkat dan risiko berbagai penyakit bisa diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....