Doomscrolling Picu Kelelahan Mental di Era Digital Kini
- 21 Mar 2026 16:59 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, PALU - Fenomena doomscrolling semakin sering dialami masyarakat di era digital. Banyak orang awalnya hanya ingin melihat media sosial sejenak, namun tanpa disadari terjebak dalam arus informasi yang terus mengalir.
Kebiasaan membuka media sosial “sebentar” namun berujung pada aktivitas scrolling tanpa henti kini dikenal sebagai doomscrolling, yang dapat berdampak pada kesehatan mental.
Melansir dari berbagai sumber, istilah doomscrolling merujuk pada kebiasaan mengonsumsi konten negatif atau berlebihan secara terus-menerus, yang pada akhirnya membuat pikiran terasa berat dan emosional menjadi tidak stabil. Kondisi ini diperparah dengan algoritma media sosial yang secara otomatis menyajikan konten sesuai minat pengguna, sehingga membuat seseorang sulit berhenti menggulir layar.
Dampak dari doomscrolling tidak bisa dianggap sepele. Selain memicu stres dan kecemasan, kebiasaan ini juga dapat menurunkan kualitas tidur serta mengganggu konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.
| Baca juga: Jangan Anggap Remeh Rasa Capek tanpa Sebab |
Sejumlah ahli menyarankan agar masyarakat mulai membatasi waktu penggunaan media sosial dan lebih bijak dalam memilih konten yang dikonsumsi. Mengatur waktu layar atau screen time menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Selain itu, penting untuk memberikan jeda bagi diri sendiri dengan melakukan aktivitas lain seperti berolahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Dengan kesadaran dan pengendalian diri, kebiasaan doomscrolling dapat dikurangi sehingga kesehatan mental tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi digital. (UKJ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....