Musim Pancaroba Picu Radang Tenggorokan dan Flu

  • 04 Mar 2026 17:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini membuat kasus flu, batuk, demam, dan radang tenggorokan meningkat. Banyak masyarakat mengeluhkan tenggorokan terasa perih disertai pilek dan badan meriang, di mana umumnya terjadi saat daya tahan tubuh menurun.

Musim pancaroba memang menjadi masa rawan penyebaran virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Perbedaan suhu pagi dan malam yang cukup ekstrem membuat tubuh mudah drop, jika tidak diimbangi dengan istirahat cukup, risiko sakit semakin besar.

Selain faktor cuaca, pola konsumsi saat berbuka puasa juga perlu diperhatikan. Kebiasaan langsung minum es dalam jumlah banyak bisa memicu iritasi tenggorokan, terlebih jika tubuh sedang dalam kondisi lelah setelah seharian berpuasa.

Mengurangi minuman dingin saat berbuka menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tenggorokan. Pilihan air hangat atau teh hangat dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan meredakan ketegangan pada saluran pernapasan.

Para tenaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk menjaga asupan gizi seimbang. Konsumsi buah, sayur, serta makanan bergizi dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbanyak minum air putih.

Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai demam tinggi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius, serta hindari pula penggunaan obat tanpa anjuran tenaga medis.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan rajin mencuci tangan serta memakai masker saat sakit dapat mencegah penularan. Dengan langkah sederhana dan kesadaran bersama, musim penyakit bisa dilalui dengan lebih sehat. (NP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....