Mandiri tapi Sulit Intim? Ini Ciri Avoidan
- 18 Feb 2026 21:33 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, PALU — Fenomena perilaku “avoidan” atau kecenderungan menghindar dalam hubungan interpersonal semakin sering dibicarakan, khususnya di kalangan anak muda. Dalam sebuah perbincangan di program Sore Ceria RRI Pro 2 Palu, psikolog Husnul Khatimah menjelaskan bahwa perilaku tersebut umumnya merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri seseorang ketika menghadapi konflik atau tekanan emosional.
Menurut Husnul, istilah avoidan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk menghindari masalah, percakapan penting, atau konfrontasi emosional. Dalam konteks hubungan, perilaku ini kerap muncul dalam bentuk menjauh, menutup komunikasi, hingga silent treatment.
“Dalam sebuah hubungan, kunci utamanya adalah komunikasi. Ketika seseorang memilih menghindar, proses penyelesaian masalah menjadi terhambat karena tidak ada ruang dialog,” jelasnya.
Ia menambahkan, perilaku avoidan tidak muncul tanpa sebab. Biasanya, individu yang memiliki kecenderungan tersebut pernah mengalami pengalaman emosional yang kurang menyenangkan di masa lalu, seperti diabaikan, tidak didengar pendapatnya, atau merasa tidak aman saat mengekspresikan perasaan.
“Pengalaman masa lalu bisa membentuk keyakinan bahwa menghindar adalah cara paling aman untuk menghadapi konflik. Padahal, masalah tidak benar-benar selesai hanya karena dihindari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Husnul menekankan pentingnya memahami akar penyebab sebelum memberi label atau bereaksi terhadap perilaku tersebut. Menurutnya, sikap paling tepat ketika menghadapi orang dengan kecenderungan avoidan adalah membangun komunikasi yang aman dan tidak menghakimi.
“Langkah pertama bukan memaksa mereka bicara, tetapi mencari tahu apa yang membuat mereka memilih menghindar. Pendekatan yang empatik akan lebih membantu dibandingkan tekanan atau tuntutan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan dalam hubungan, termasuk bertahan atau mengambil jarak, perlu dipertimbangkan secara matang dengan melihat dampaknya dalam jangka panjang.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan dinamika relasi, Husnul berharap pemahaman tentang perilaku avoidan dapat membantu individu membangun hubungan yang lebih sehat, terbuka, dan saling memahami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....