Memahami Self Diagnosis Secara Bijak
- 16 Feb 2026 08:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Maraknya informasi kesehatan mental di internet membuat banyak orang mencoba menilai kondisi psikologisnya sendiri. Psikolog Husnul Khatimah menjelaskan bahwa fenomena tersebut dikenal sebagai self diagnosis.
Dalam dialog di Program Sore Ceria PRO 2 RRI Palu, Husnul menerangkan bahwa self diagnosis terjadi ketika seseorang mencoba memberi label pada kondisi psikologisnya sendiri tanpa melalui asesmen profesional.
“Self diagnosis itu ketika seseorang mencoba menilai atau memberi label pada kondisi psikologis dirinya sendiri, biasanya berdasarkan informasi dari internet, media sosial, atau tes online, tetapi tanpa proses asesmen profesional,” jelasnya.
Menurutnya, fenomena ini muncul karena kemudahan akses informasi di era digital. Banyak orang berupaya memahami perasaan dan pengalaman emosionalnya melalui berbagai sumber daring.
“Sebenarnya ini manusiawi, karena setiap orang ingin memahami apa yang sedang terjadi dalam dirinya. Tetapi caranya bisa keliru jika tidak dilakukan secara profesional,” ujarnya.
Husnul menambahkan bahwa self diagnosis tidak selalu harus dipandang hitam-putih. Dalam batas tertentu, hal tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran diri.
“Tujuannya untuk mengenal diri dan menjadi lebih sadar terhadap kondisi emosional. Itu bisa menjadi langkah awal yang baik, selama tidak menimbulkan kepanikan atau ketakutan berlebihan,” katanya.
Ia mengingatkan, jika seseorang merasa menemukan gejala yang mengganggu atau berbeda dari biasanya, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pemahaman yang lebih akurat.
“Kalau merasa ada sesuatu yang berbeda dari diri kita, sebaiknya langsung berkonsultasi ke profesional agar bisa diperiksa lebih mendalam,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....