Self Diagnosis Ada Sisi Positifnya?
- 16 Feb 2026 08:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Fenomena self diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri melalui informasi di internet semakin marak, khususnya di kalangan anak muda. Psikolog Husnul Khatimah menilai kebiasaan tersebut tidak sepenuhnya keliru, namun perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Dalam perbincangan di Program Sore Ceria PRO 2 RRI Palu, Husnul menjelaskan bahwa informasi kesehatan mental yang beredar di internet memang dapat membantu seseorang lebih peka terhadap kondisi dirinya.
“Ada sisi positifnya, yaitu kita jadi lebih aware dan lebih peka terhadap diri sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran diri merupakan langkah awal yang penting dalam menjaga kesehatan mental. Namun, kesadaran tersebut idealnya diikuti dengan upaya mengonfirmasi kondisi kepada tenaga profesional agar pemahaman yang diperoleh tidak keliru.
“Akan lebih baik jika apa yang kita pahami dari internet dikonfirmasi ke tenaga profesional,” jelas Husnul.
Ia mengingatkan, self diagnosis yang tidak diimbangi pemahaman yang tepat dapat memicu kecemasan berlebih. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang memberi label tertentu pada dirinya tanpa dasar pemeriksaan yang akurat. Tidak semua informasi yang dibaca akan sesuai dengan kondisi pribadi seseorang. Karena itu, kehati-hatian dalam menafsirkan informasi kesehatan mental menjadi hal yang penting.
Melalui edukasi ini, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan informasi sebagai pintu awal kesadaran diri, bukan sebagai dasar penilaian final terhadap kondisi mental. Konsultasi profesional tetap menjadi langkah tepat untuk mendapatkan pemahaman yang utuh dan penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....