Mengungkap Penyebab Migrain yang Selama Ini Disalahpahami

  • 31 Jan 2026 11:54 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Migrain selama ini kerap dianggap sebagai sakit kepala biasa, padahal kondisi ini merupakan gangguan neurologis kronis yang kompleks. Migrain melibatkan perubahan aktivitas otak dan memengaruhi seluruh tubuh, bukan hanya menimbulkan rasa nyeri di kepala.

Secara global, lebih dari 1,2 miliar orang hidup dengan gangguan migrain. Kondisi ini menjadi penyebab disabilitas terbesar kedua di dunia, namun ironisnya masih termasuk penyakit yang kurang dipahami dan sering diremehkan, baik oleh masyarakat maupun dunia medis.

Melansir dari bbc.com, Sabtu (31/1) para peneliti mulai mengungkap penyebab migrain dan baru-baru ini melihat satu serangan terjadi secara langsung melalui sinyal listrik di otak pasien.

Gejala migrain sangat beragam, mulai dari nyeri kepala satu sisi, mual, muntah, vertigo, hingga sensitivitas ekstrem terhadap cahaya, suara, dan bau. Sebagian pasien mengalami kelelahan hebat, keinginan makan tertentu, sering menguap, atau gangguan penglihatan berupa aura.

Penelitian genetika telah menemukan ratusan variasi gen yang berkaitan dengan migrain, yang juga memiliki hubungan dengan kondisi lain seperti depresi dan diabetes. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan biologis yang kompleks antarpenyakit.

Dengan kemajuan riset pada otak, gen, dan mekanisme biologis migrain, para ilmuwan semakin dekat untuk memahami penyebab migrain secara menyeluruh. Pemahaman ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif dan tepat sasaran di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....