Panas Bumi Jadi Listrik, Ini Cara Kerja PLTP

  • 05 Okt 2026 09:33 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Indonesia merupakan produsen listrik panas bumi terbesar kedua di dunia menurut data resmi Kementerian ESDM.
  • Pemanfaatan potensi geothermal di Indonesia baru mencapai sekitar 10 persen dari total kapasitas yang tersedia.
  • Energi panas bumi menawarkan keunggulan signifikan dibandingkan batu bara dan berpotensi menjadi solusi energi masa depan yang andal dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Palu - Indonesia menempati peringkat kedua produsen listrik panas bumi terbesar di dunia menurut Kementerian ESDM. Meskipun demikian, pengelolaan potensi geothermal saat ini baru mencapai sekitar 10 persen.

Energi bersih ini menawarkan banyak keunggulan penting dibandingkan dengan batu bara. Pemanfaatan penuh geothermal dapat menjadi solusi andal energi masa depan.

Melansir laman PGN LNG, Energi geothermal jelas dikategorikan sebagai jenis sumber daya energi terbarukan. Panas internal bumi yang berkelanjutan dan alami menjadi sumber utamanya.

Selama inti bumi tetap panas energi ini tidak akan habis, namun pengelolaannya tetap memerlukan manajemen reservoir yang memadai. Panas bumi bersumber dari aktivitas magma dengan temperatur di atas 5000 derajat celsius, dengan panas yang merambat keluar melalui lapisan batuan menuju kerak bumi.

Air tanah yang terjebak di batuan berpori kemudian membentuk reservoir panas, karena wilayah jalur Cincin Api memiliki potensi geothermal terbesar di dunia. Pengeboran sumur produksi dilakukan hingga kedalaman ribuan meter ke dalam tanah, dengan fuida panas bertekanan tinggi kemudian dialirkan naik menuju ke permukaan.

Tekanan permukaan yang lebih rendah membuat sebagian air berubah menjadi uap, dimana proses perubahan spontan ini dikenal dengan istilah flashing. Uap yang terbentuk kemudian diarahkan langsung untuk memutar bilah turbin, dengan perubahan energi panas menjadi energi mekanik terjadi di sini.

Tiga jenis sistem pembangkitan utama meliputi dry, flash, dan binary cycle, dimana masing-masing sistem bekerja berdasarkan karakteristik fluida yang keluar dari sumur. Turbin yang berputar terhubung langsung dengan poros generator pembangkit listrik, sehingga menghasilkan induksi arus listrik.

Arus listrik dialirkan ke transformator sebelum didistribusikan ke jaringan PLN. Fluida dingin dikembalikan ke dalam tanah melalui sumur reinjeksi demi keseimbangan reservoir. (IS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....