Internet Cepat Jadi Kebutuhan Baru
- 19 Sep 2026 13:09 WIB
- Palu
Poin Utama
- Internet telah berkembang dari sekadar media sosial dan hiburan menjadi komponen penting dalam pekerjaan, pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat modern.
- Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan target kecepatan internet nasional rata-rata mencapai 100 Mbps dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari strategi digitalisasi nasional.
- Pemerintah berkomitmen untuk memeratakan akses internet ke wilayah pinggiran dan daerah yang masih mengalami blank spot untuk memastikan inklusi digital di seluruh Indonesia.
RRI.CO.ID, Palu - Internet kini bukan lagi sekadar fasilitas untuk membuka media sosial atau mencari hiburan. Bagi masyarakat, koneksi internet semakin menjadi bagian dari pekerjaan, pendidikan, layanan publik, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
Mengutip Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Pemerintah juga mendorong pemerataan akses hingga wilayah pinggiran dan daerah yang masih mengalami blank spot.
Target tersebut menunjukkan, kebutuhan masyarakat terhadap internet tidak lagi hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya jaringan. Kualitas koneksi, kecepatan, pemerataan, serta keterjangkauan harga juga menjadi bagian penting dalam pembangunan konektivitas digital.
Saat ini berbagai aktivitas masyarakat semakin bergantung pada internet. Rapat kerja, pembelajaran, transaksi perbankan, berjualan secara daring, mengakses layanan pemerintah, hingga berkomunikasi dengan keluarga dapat dilakukan melalui jaringan digital.
Bagi pelaku usaha kecil, internet bahkan dapat menjadi pintu untuk menemukan pelanggan baru. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini dapat dipasarkan melalui media sosial, marketplace, maupun berbagai platform digital.
Pelajar dan mahasiswa juga membutuhkan koneksi internet untuk mencari bahan pembelajaran dan mengikuti kelas daring. Termasuk mengakses perpustakaan digital hingga memanfaatkan berbagai teknologi pendidikan.
Namun, persoalan konektivitas tidak berhenti pada kecepatan. Masih terdapat wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, sehingga masyarakat belum memperoleh kualitas layanan yang sama dengan wilayah lain.
Pembangunan konektivitas dilakukan melalui kombinasi berbagai teknologi. Serat optik, fixed broadband, BTS, hingga konektivitas satelit digunakan sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Indonesia memiliki tantangan geografis yang tidak sederhana. Wilayah kepulauan, pegunungan, daerah terpencil, serta kawasan yang secara komersial kurang menarik membuat pembangunan jaringan membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Karena itu, teknologi satelit juga menjadi salah satu pilihan untuk memperluas konektivitas. Satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit atau LEO dapat menjadi opsi untuk wilayah terpencil dan daerah yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi darat.
Kebutuhan terhadap internet juga semakin terlihat ketika terjadi bencana. Kemkomdigi menyebut, setelah bantuan makanan, masyarakat juga membutuhkan pemulihan sinyal agar dapat berkomunikasi dengan keluarga dan memperoleh informasi.
Pada akhirnya, internet cepat bukan lagi sekadar soal membuka video tanpa buffering. Koneksi yang baik semakin berkaitan dengan kesempatan masyarakat untuk bekerja, belajar, mengembangkan usaha, mengakses layanan publik, dan tetap terhubung. (gie')
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....