Hemat dan Ramah Lingkungan, Kenapa Mikrohidro Cocok Banget Buat Daerah Pelosok?
- 12 Sep 2026 14:02 WIB
- Palu
Poin Utama
- Mikrohidro merupakan pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan aliran air dan perbedaan ketinggian untuk menghasilkan energi listrik terbarukan.
- Teknologi Mikrohidro efektif menghadirkan pemerataan listrik kepada masyarakat di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik utama.
- Wilayah perbukitan dan sungai Indonesia menyimpan potensi besar untuk pengembangan Mikrohidro sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Palu - Wilayah perbukitan dan sungai Indonesia menyimpan potensi energi terbarukan berupa Mikrohidro. Pembangkit skala kecil ini efektif menghadirkan pemerataan listrik untuk masyarakat terpencil.
Melansi laman PGNLNG, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro memanfaatan aliran air untuk menghasilkan energi listrik. Sistem ini memanfaatkan energi kinetik sekaligus perbedaan ketinggian pada aliran air.
Kapasitas daya mikrohidro berada di bawah rentang seratus kilowatt, dengan pembangkit berkapasitas di atasnya hingga satu megawatt dinamakan minihidro. Desain sistem ini sederhana, karena memanfaatkan sumber daya air lokal dan sangat cocok untuk daerah yang belum terjangkau listrik utama.
Prinsip kerja mikrohidro ditentukan ketinggian jatuh dan debit air untuk menciptakan tekanan, sedangkan debit menentukan besarnya potensi energi. Air mengalir melalui pipa pesat menuju turbin untuk diputar, kemudian menggerakkan generator hingga akhirnya menghasilkan arus listrik.
Sistem ini membutuhkan aliran air yang relatif stabil sepanjang tahun, sehingga kawasan pegunungan bercurah hujan tinggi sangat ideal untuk penerapan PLTMH. PLTA dan mikrohidro sama-sama memanfaatkan air namun beda skala infrastruktur, di mana PLTA menghasilkan listrik berkapasitas puluhan hingga ribuan megawatt.
Pembangunan PLTA umumnya membutuhkan bendungan raksasa atau waduk penampung, jadi dampak lingkungan proyek besar ini tentu jauh lebih terasa. Sebaliknya, mikrohidro hanya menghasilkan daya di bawah seratus kilowatt, sehingga pembangkit ini beroperasi menggunakan pengalih aliran air tanpa bendungan besar.
Dampak lingkungan mikrohidro sangat minimal bagi ekosistem sekitar sungai, karena fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan energi bagi komunitas masyarakat lokal. (IS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....