Teknologi Bantu Belajar, tapi Jangan Ketergantungan
- 02 Sep 2026 13:55 WIB
- Palu
Poin Utama
- Teknologi digital memfasilitasi proses belajar melalui berbagai sarana seperti buku elektronik, video pembelajaran, aplikasi pendidikan, dan teknologi kecerdasan artifisial.
- Kehadiran teknologi digital membuat pencarian informasi dan akses materi pembelajaran menjadi lebih cepat, mudah, dan fleksibel tanpa terikat lokasi.
- Pelajar dapat mengakses materi pembelajaran dari berbagai tempat asalkan memiliki perangkat dan koneksi internet yang memadai.
RRI.CO.ID, Palu - Teknologi digital memberikan berbagai kemudahan dalam proses belajar. Pelajar dapat mengakses buku elektronik, video pembelajaran, aplikasi pendidikan, hingga teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Kehadiran teknologi membuat proses mencari informasi menjadi lebih cepat dan mudah. Materi pembelajaran juga dapat diakses dari berbagai tempat selama tersedia perangkat dan koneksi internet.
Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami dan memeriksa informasi. Pelajar tidak seharusnya menerima seluruh jawaban dari teknologi tanpa memahami proses dan sumber informasi yang digunakan.
Pemerintah melalui SKB Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial telah menetapkan pedoman penggunaan teknologi dalam pendidikan. Mengutip Kementerian Komunikasi dan Digital, pedoman tersebut bertujuan memastikan teknologi memberikan manfaat bagi pembelajaran sekaligus melindungi peserta didik dari berbagai risiko ruang digital.
Pemanfaatan AI juga mulai mendapat tempat dalam pembelajaran di sekolah. Saat ini, coding dan AI telah menjadi mata pelajaran pilihan mulai jenjang SD kelas lima, SMP, dan SMA sejak tahun pelajaran 2025–2026.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mencari ide, memahami materi, maupun mendapatkan penjelasan tambahan. Namun, kemampuan berpikir kritis, membaca, menulis, menganalisis, dan menyelesaikan masalah tetap perlu dikembangkan secara mandiri.
Penggunaan teknologi juga perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan peserta didik. Pemerintah menekankan semakin muda usia anak, penggunaan teknologi perlu semakin terkontrol dari sisi durasi maupun jenis konten yang diakses.
Pelajar juga perlu memahami etika ketika menggunakan AI dalam kegiatan pendidikan. Informasi yang diperoleh dari teknologi sebaiknya diperiksa kembali dan tidak digunakan untuk menggantikan seluruh proses belajar.
Teknologi pada akhirnya merupakan alat yang dapat membantu proses pendidikan. Pemanfaatannya akan memberikan manfaat lebih besar jika digunakan secara bijak, kritis, etis, dan bertanggung jawab. (gie')
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....