Permintaan Komponen AI Tinggi, Microsoft Naikkan Harga Xbox

  • 11 Agt 2026 07:06 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Harga konsol gim Xbox Series X dan Xbox Series S mengalami kenaikan signifikan di berbagai negara akibat tingginya permintaan komponen untuk teknologi artificial intelligence.
  • Xbox Series X dengan cakram naik dari harga £500 menjadi £670, menunjukkan peningkatan sebesar 34% dari harga sebelumnya.
  • Xbox Series S sebagai pilihan hemat para gamer mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu 43%, dari £300 menjadi £430, menunjukkan dampak keseluruhan dari permintaan komponen AI terhadap industri konsol gim.

RRI.CO.ID, Palu - Harga konsol gim kini melonjak di berbagai belahan dunia dikarenakan tingginya permintaan komponen untuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI).

Salah satunya, Xbox Series X dengan cakram yang kini dibanderol £670, naik dari harga sebelumnya £500. Sementara Xbox Series S, yang selama ini menjadi pilihan hemat para gamer, ikut naik sekitar 43% dari £300 menjadi £430.

Di Amerika Serikat, harga konsol dasar naik 100 dolar AS menjadi 499 dolar AS, sementara memori lebih besar naik 150 dolar AS menjadi 749 dolar AS. Kenaikan serupa terjadi di kawasan Uni Eropa, dimana konsol Xbox Series S dengan penyimpanan lebih besar naik sekitar 200 euro dari harga sebelumnya.

Melansir BBC, Microsoft bukan satu-satunya yang menaikkan harga, karena Sony sudah lebih dulu menaikkan harga PlayStation 5 sebesar £90 pada Maret lalu. Valve pun merilis Steam Machine dengan harga yang jauh di atas ekspektasi para gamer.

Kedua perusahaan itu mempunyai alasan serupa, yaitu harga RAM dan kartu grafis melonjak tajam. Komponen yang dulu terjangkau ini kini jadi banyak dicari, sebagian dipicu tingginya permintaan dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk membangun infrastruktur mereka.

Kondisi ini berlaku pula untuk sejumlah produk teknologi yang sebenarnya sudah dirilis bertahun-tahun lalu, sehingga konsumen kini harus membayar lebih mahal. Tren kenaikan harga konsol pun kini hampir merata di semua merek.

Di sisi lain, Microsoft tengah menghadapi tantangan di bisnis gim karena sebelumnya melaporkan pendapatan divisi gaming menurun. Kemudian, pada Juli melakukan restrukturisasi terbesar dalam sejarah Xbox yang disertai sekitar 3.200 pemutusan hubungan kerja. (ZG)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....