SpaceX Siapkan Operator Seluler Baru dengan Teknologi Starlink
- 07 Agt 2026 03:41 WIB
- Palu
Poin Utama
- SpaceX mengungkap rencana mengembangkan layanan seluler mandiri setelah IPO terbaru.
- Perusahaan akan memanfaatkan spektrum 65 megahertz dari EchoStar.
- Teknologi yang dikembangkan menggunakan jaringan femtocell yang dipasang pada infrastruktur Starlink.
- Sistem baru akan menggabungkan perangkat keras darat dengan satelit Starlink V2.
- SpaceX belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran layanan seluler tersebut.
RRI.CO.ID, Palu – SpaceX mengungkapkan rencana untuk memperluas bisnisnya ke sektor telekomunikasi seluler melalui pengembangan jaringan seluler mandiri. Dikutip dari Hypebeast, rencana tersebut disampaikan dalam panggilan pendapatan perdana perusahaan setelah penawaran umum perdana (IPO) terbaru.
Presiden SpaceX Gwynne Shotwell menyampaikan bahwa perusahaan tengah menyiapkan strategi jaringan baru dengan memanfaatkan spektrum frekuensi sebesar 65 megahertz yang baru diperoleh dari EchoStar. Spektrum tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan layanan seluler yang lebih luas dibandingkan layanan komunikasi langsung ke perangkat atau direct-to-device yang telah tersedia saat ini.
Dalam pengembangannya, SpaceX tidak menggunakan model jaringan seperti menara seluler konvensional. Perusahaan berencana menerapkan sistem femtocell, yaitu stasiun pangkalan seluler berukuran kecil yang akan dipasang pada perangkat penyangga antena parabola internet pita lebar Starlink.
Menurut Hypebeast, CEO SpaceX Elon Musk menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memanfaatkan infrastruktur Starlink yang telah terpasang di berbagai lokasi. Konfigurasi tersebut memungkinkan perangkat memiliki jalur komunikasi langsung dengan ponsel pengguna di darat.
SpaceX menyebut jaringan baru tersebut akan menggabungkan perangkat keras berbasis darat dengan satelit Starlink V2 generasi berikutnya. Satelit tersebut direncanakan mulai diluncurkan pada tahun mendatang untuk mendukung peningkatan kapasitas jaringan dan kebutuhan bandwidth yang lebih besar.
Rencana ekspansi ini akan membawa SpaceX memasuki sektor telekomunikasi seluler yang saat ini dikuasai oleh sejumlah operator besar. Perusahaan seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile menjadi pemain utama dalam pasar layanan nirkabel di Amerika Serikat.
Gwynne Shotwell menyampaikan bahwa SpaceX ingin mengembangkan layanan yang dapat berdiri sendiri, bukan hanya menjadi pelengkap bagi operator seluler yang sudah ada. Saat ini, layanan Starlink Mobile masih digunakan sebagai solusi tambahan dengan menyediakan fitur seperti pesan teks dan layanan data darurat, terutama di wilayah yang sulit mendapatkan jaringan seluler.
Pengembangan jaringan baru tersebut juga menjadi kelanjutan dari teknologi komunikasi satelit yang telah dikembangkan SpaceX melalui Starlink. Perusahaan sebelumnya memanfaatkan jaringan satelit untuk menyediakan konektivitas internet di berbagai wilayah yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur komunikasi.
Meski SpaceX telah menyampaikan rencana pengembangan layanan seluler tersebut, perusahaan belum memberikan informasi rinci mengenai jadwal peluncuran layanan komersial, cakupan wilayah awal, maupun skema penggunaan bagi pelanggan.(ERW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....