AI Ubah Cara Masyarakat Bekerja
- 29 Jul 2026 15:33 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, hingga menjalankan usaha. Kehadiran teknologi ini tidak lagi sekadar menjadi tren, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari karena mampu mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan.
Berbagai platform AI kini dimanfaatkan untuk menyusun dokumen, menganalisis data, menerjemahkan bahasa, hingga menghasilkan konten dalam hitungan detik. Kemampuan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi kualitas hasil, selama pengguna tetap melakukan pengecekan terhadap informasi yang diperoleh.
Di sektor pendidikan, AI menjadi salah satu inovasi yang membantu proses belajar mengajar. Guru, dosen, mahasiswa, maupun pelajar mulai memanfaatkan teknologi ini untuk mencari referensi, merangkum materi, menyusun bahan presentasi, hingga memperoleh penjelasan terhadap konsep-konsep yang sulit dipahami.
Pemanfaatan AI juga mulai dirasakan oleh dunia usaha. Pelaku UMKM maupun perusahaan memanfaatkan teknologi tersebut untuk melayani pelanggan melalui layanan percakapan otomatis (chatbot), membuat materi promosi, menganalisis perilaku konsumen, hingga menyusun strategi pemasaran berbasis data. Kehadiran AI dinilai mampu membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat sekaligus meningkatkan daya saing di era digital.
Tak hanya itu, sejumlah instansi pemerintah juga mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendukung pelayanan publik. Pemanfaatannya diarahkan pada pengelolaan data, penyederhanaan administrasi, hingga peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat agar lebih cepat, efektif, dan responsif.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, para pakar teknologi mengingatkan bahwa AI bukanlah sumber informasi yang selalu benar. Teknologi ini dapat menghasilkan informasi yang kurang akurat apabila data yang digunakan tidak memadai atau konteks pertanyaan yang diberikan kurang tepat. Karena itu, setiap informasi yang dihasilkan AI tetap harus diverifikasi menggunakan sumber yang kredibel.
| Baca juga: Skill Penting Anak Muda Era Digital |
Selain persoalan akurasi, penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru terkait etika digital. Pengguna diimbau untuk tidak memanfaatkan teknologi tersebut dalam penyebaran hoaks, pelanggaran hak cipta, maupun tindakan yang bertentangan dengan norma dan peraturan perundang-undangan. Kesadaran etis menjadi faktor penting agar perkembangan teknologi memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Salah seorang mahasiswa di Kota Palu, Ashila, mengaku memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk mencari referensi awal, menyusun kerangka tulisan, hingga merangkum materi perkuliahan. Menurutnya, teknologi tersebut mampu menghemat waktu dalam proses pengerjaan tugas tanpa mengurangi pentingnya proses belajar.
"AI sangat membantu saya saat mengerjakan tugas. Namun, semua informasi yang saya dapat tetap saya cek kembali melalui buku, jurnal ilmiah, maupun sumber resmi agar data yang digunakan benar dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Ashila.
Seiring semakin luasnya penggunaan AI, peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Masyarakat perlu memahami cara menggunakan teknologi secara aman, bertanggung jawab, dan kritis agar mampu memanfaatkan AI sebagai sarana meningkatkan produktivitas, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya transformasi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....