Mengenal Lebih Dekat Tentang PLTS

  • 16 Jul 2026 09:23 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • PLTS adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik melalui panel surya dan lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil.
  • Kapasitas PLTS atap di Indonesia meningkat signifikan dari 80 MWp pada tahun 2022 menjadi 141 MWp pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap energi terbarukan.
  • PLTS memberikan manfaat jangka panjang termasuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi gas rumah kaca, menghemat biaya listrik, dan dapat dimanfaatkan di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik.

RRI.CO.ID, Palu - Seiring meningkatnya kebutuhan energi, penggunaan energi bersih dan terbarukan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan. Salah satu energi terbarukan yang banyak digunakan di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Melansir laman Chandra Asri, PLTS merupakan sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik. Melalui panel surya energi cahaya matahari diubah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Dibandingkan dengan sumber energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara, PLTS lebih ramah lingkungan. PLTS memanfaatkan sumber energi yang melimpah dan terbarukan serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah.

Karena itu, penggunaan PLTS menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pada energi tak terbarukan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

PLTS bermanfaat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi gas rumah kaca, menghemat biaya listrik dalam jangka panjang. Selain itu, PLTS juga dapat dimanfaatkan di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik.

Seiring perkembangan teknologi, diharapkan pemanfaatan PLTS semakin luas sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara efisien dan berkelanjutan.

Di Indonesia, pemanfaatan PLTS, khususnya PLTS atap, terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapasitas PLTS atap meningkat dari 80 MWp pada tahun 2022 menjadi 141 MWp pada tahun 2023.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan. Hal ini didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca. (IN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....