Arus Investasi Tinggi, SDM Palu Dituntut Kuasai Bahasa Inggris

  • 12 Jun 2026 21:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, PaluDerasnya arus investasi asing yang masuk ke wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, menuntut kesiapan komprehensif dari sumber daya manusia (SDM) lokal. Selain keahlian teknis, kemampuan berkomunikasi internasional kini menjadi penentu utama agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di bursa kerja makro.

Hal ini ditegaskan Riyaldi, Pendiri Talkiesh English Club, saat hadir sebagai narasumber utama dalam program Jaga Malam RRI Pro 2 Palu. Dari pengalaman profesionalnya di dunia industri, penguasaan bahasa internasional saat ini sudah bergeser dari kebutuhan tambahan menjadi kebutuhan mutlak yang mendesak.

Aldi, sapaan akrabnya yang juga bekerja sebagai analis laboratorium di Central Laboratory Universitas Tadulako ini melihat langsung bagaimana industri modern beroperasi. Mayoritas instrumen mutakhir dan dokumen operasional kini tidak lagi menggunakan bahasa domestik.

"Perkembangan daerah kita saat ini luar biasa pesat, ditandai dengan banyaknya korporasi multinasional. Investor dari berbagai negara seperti China hingga Australia terus berdatangan ke Sulawesi Tengah. Di sisi lain, alat-alat teknologi tinggi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris. Kita tidak boleh menunda lagi," tegasnya.

Ia menambahkan, jika pemuda lokal tidak segera berbenah dan meningkatkan kemampuan komunikasi internasional mereka, posisi-posisi strategis di perusahaan besar akan terus diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah. Hal ini tentu menjadi ironi di tengah melimpahnya peluang kerja di tanah sendiri.

Menyikapi urgensi tersebut, Talkiesh English Club tidak hanya bertahan sebagai komunitas diskusi gratis semata. Guna menjangkau kebutuhan edukasi yang lebih masif dan inklusif, mereka meluncurkan program kursus bahasa Inggris dengan biaya yang sangat terjangkau (affordable course).

Langkah strategis ini diambil untuk memutus stigma lama bahwa kursus bahasa internasional selalu identik dengan biaya yang mahal dan eksklusif. Melalui pemerataan akses edukasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi global demi menyongsong peluang karier yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....